Langit cerah menaungi kedatangan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Stasiun Kyiv setelah menempuh perjalanan dengan kereta malam. Dia disambut buket bunga berwarna kuning dan biru, warna nasional Ukraina. Kunjungannya merupakan yang ke-11 ke Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran pada 2022.
Di Lapangan St. Michael, pusat Kota Kyiv, barisan prajurit berparade. Hadir pula perempuan mengenakan busana tradisional Ukraina, para pemuda berpakaian resmi, tokoh-tokoh politik dan masyarakat, serta para kepala negara dan kepala pemerintahan dari berbagai negara Eropa Tenggara. Mereka memperingati Hari Kenegaraan Ukraina, hari libur nasional yang baru ditetapkan pada 2021 untuk menegaskan bahwa sejarah Ukraina tidak bermula sejak merdeka dari Uni Sovyet pada 1991.
Di bawah terik matahari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menganugerahkan bintang Order of Europe kepada Ursula von der Leyen sebagai tamu kehormatan. Von der Leyen menjadi penerima pertama penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya yang dinilai luar biasa terhadap upaya Ukraina menjadi anggota Uni Eropa.
"Saya berterima kasih atas dukungan Anda, Ursula," kata Zelensky dengan tatapan serius.
Di taman Istana Mariinsky, kediaman resmi Presiden Ukraina, keduanya menandatangani perjanjian kerja sama yang lebih erat dalam pengembangan dan produksi drone. Kesepakatan itu diharapkan menguntungkan kedua belah pihak.
"Kami akan memproduksi drone lebih cepat daripada sebelumnya," ujar von der Leyen. Menurut dia, langkah itu akan memastikan Ukraina memperoleh kebutuhan mendesaknya, sementara Eropa membangun kapasitas industri yang mungkin diperlukan pada masa depan.
Dalam kerja sama tersebut, Ukraina menyumbangkan pengalaman dan kemampuan teknologinya yang berkembang pesat selama perang melawan Rusia. Adapun negara-negara Eropa menyediakan perusahaan dengan fasilitas produksi yang aman serta pendanaan awal. Menurut von der Leyen, langkah itu akan mengubah Kyiv dari sekadar penerima jaminan keamanan menjadi penyedia keamanan yang aktif bagi Eropa.
Sirene udara kembali menggemaPentingnya perlindungan terhadap serangan drone kembali terlihat tak lama setelah upacara selesai. Sirene serangan udara tiba-tiba berbunyi di Kyiv yang membuat Ursula von der Leyen dilarikan ke tempat perlindungan. Sebuah drone Rusia dilaporkan mendekati ibu kota Ukraina, meski situasi segera dinyatakan aman.
Keadaan tersebut berbeda dengan beberapa hari dan pekan sebelumnya, ketika warga Kyiv berulang kali menghadapi serangan udara besar-besaran dari Rusia. Rumah-rumah terbakar dan warga sipil menjadi korban jiwa.
Dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Zelensky memanfaatkan setiap kesempatan untuk meminta tambahan dukungan pertahanan udara dari negara-negara Barat. Dia menyampaikan permintaan itu dalam KTT NATO pekan lalu di Ankara maupun saat menghadiri pertemuan Koalisi Negara-Negara Pendukung Ukraina di Prancis. Dari pertemuan tersebut, Ukraina kembali memperoleh komitmen bantuan militer.
Momentum berpihak kepada Kyiv?Meski serangan Rusia ke Kyiv dan kota-kota lain terus menimbulkan kerusakan serta korban sipil, arah perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun dinilai mulai menguntungkan Ukraina.
"Keadaan telah berbalik," kata Ursula von der Leyen.
Menurut dia, Ukraina berhasil membekukan garis depan sekaligus menyerang kilang minyak dan jaringan logistik militer jauh di dalan wilayah Rusia. Saat ini, pasokan minyak Rusia mulai berkurang dan tekanan terhadap Presiden Vladimir Putin pun meningkat.
"Tujuan utama kami bukanlah Rusia tanpa minyak, melainkan Ukraina tanpa perang," ujar Zelensky. Dia menambahkan bahwa Eropa juga harus terbebas dari ancaman Rusia.
Von der Leyen juga membawa kabar baik mengenai proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa. Uni Eropa telah membuka paket perundingan kedua dari total enam paket negosiasi keanggotaan. Langkah tersebut menunjukkan komitmen blok itu untuk melanjutkan proses penerimaan Ukraina.
Dalam prosedur normal, satu bab perundingan baru dibuka setelah bab sebelumnya selesai. Ukraina menginginkan seluruh regulasi Uni Eropa dinegosiasikan secara bersamaan agar proses keanggotaan berlangsung lebih cepat. Namun, sebagian negara anggota menilai langkah tersebut terlalu jauh.
Sebelum kunjungan von der Leyen, Uni Eropa sebenarnya menargetkan pengesahan paket sanksi ke-21 terhadap Rusia. Rencana itu kembali tertunda akibat perbedaan pandangan di antara negara-negara anggota.
Von der Leyen optimistis kompromi akan segera tercapai. Menurut dia, sanksi yang telah dijatuhkan mulai menunjukkan hasil karena "meninggalkan dampak yang mendalam terhadap perekonomian Rusia."
Pada peringatan Hari Kenegaraan Ukraina itu, Zelensky juga tampak tenang. Dia mengakui sanksi ekonomi memang membebani Rusia sekaligus negara-negara Barat. Namun, menurutnya, pertanyaan terpenting adalah siapa yang mampu bertahan lebih lama.
Bagi Ukraina, kata Zelensky, perang ini menyangkut kelangsungan hidup negara. Karena itu, sangat penting bagi Uni Eropa untuk "baru merasa lelah sehari lebih lambat daripada Rusia."
Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Rizki Nugraha
Editor: Ayu Purwaningsih
width="1" height="1" />
(ita/ita)






Komentar (0)