Mitsubishi Kembangkan Robot Humanoid, Bantu-Bantu Produksi Mobil

medcom.id
6 jam lalu
Cover Berita
Tokyo: Mitsubishi Motors mengambil langkah baru dalam transformasi manufakturnya dengan menggandeng perusahaan robotika Highlanders untuk mengembangkan robot humanoid yang akan digunakan di pabrik.
 
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjawab tantangan kekurangan tenaga kerja di Jepang.
 
Highlanders merupakan perusahaan rintisan (startup) yang berasal dari University of Tokyo, dikutip dari Carscoops. Bersama Mitsubishi Motors, perusahaan tersebut akan mengembangkan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu berbagai aktivitas di lini produksi kendaraan.

Mitsubishi mengungkapkan kerja sama ini tidak hanya sebatas pengembangan teknologi. Pabrikan asal Jepang tersebut juga telah berinvestasi di Highlanders dan membuka peluang untuk menambah nilai investasinya di masa mendatang. Namun perusahaan belum mengungkapkan besaran dana maupun kepemilikan sahamnya di startup tersebut. Baca Juga:
Kenyamanan Bepergian Lebih Tinggi dengan Hadirnya Bluebird Prime
Berbeda dengan sejumlah produsen otomotif yang membeli robot dari pemasok eksternal, jenama asal Jepang itu memilih mengembangkan teknologi tersebut secara bersama dengan Highlanders. Robot-robot itu nantinya akan diproduksi sendiri oleh Mitsubishi dengan memanfaatkan bangunan yang sudah tidak digunakan di fasilitas produksi Kyoto, Jepang.
 
Produksi robot humanoid tersebut ditargetkan dapat dimulai paling cepat pada 2027. Pabrik Kyoto yang saat ini memproduksi mesin kendaraan akan disiapkan untuk merakit robot dengan kapasitas hingga 1.000 unit per bulan.
 
Pada tahap awal, robot humanoid akan bertugas menangani pekerjaan yang bersifat repetitif, seperti memindahkan komponen, mendukung proses logistik internal, hingga membantu perakitan mesin. Pabrikan berlogo lima berlian itu juga membuka peluang untuk memasarkan robot tersebut kepada produsen lain apabila performanya terbukti memenuhi kebutuhan industri manufaktur.
 
Menurut Mitsubishi, nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Highlanders merupakan kolaborasi pertama antara produsen otomotif dan perusahaan robot humanoid yang secara khusus ditujukan untuk mendukung produksi massal. Meski demikian, beberapa pabrikan otomotif lain juga tengah mengembangkan atau menguji penggunaan robot humanoid di fasilitas produksinya. Baca Juga:
Cek Harga MPV Listrik, Mumpung Ada Diskon Bulan Juli 2026
Melalui kerja sama ini, Mitsubishi berharap dapat membangun sistem manufaktur yang lebih fleksibel dan mampu beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan produksi. Selain meningkatkan efisiensi, perusahaan juga melihat robot humanoid sebagai solusi untuk mengatasi tantangan berkurangnya tenaga kerja di sektor industri Jepang.
 
Mitsubishi menegaskan bahwa penggunaan robot humanoid bukan ditujukan untuk menggantikan pekerja manusia. Sebaliknya, perusahaan ingin membangun lingkungan kerja yang memungkinkan manusia dan robot bekerja secara berdampingan dalam proses produksi.
 
CEO Mitsubishi, Takao Kato mengatakan bahwa kolaborasi kami dengan Highlanders merupakan sebuah tantangan yang bertujuan membangun landasan industri baru di mana manusia dan robot bekerja sama. Pada saat yang sama, hal ini memberikan kesempatan berharga bagi mereka memperdalam teknologi dan bisnis robotika humanoid.
 
"Dengan memanfaatkan robot humanoid di fasilitas manufaktur kami sendiri serta mendukung produksi produk Highlanders, kami berupaya memanfaatkan hasil kolaborasi ini untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan nilai perusahaan," ungkap Takao Kato.
 
Takao Kato juga menilai rantai pasok industri otomotif saat ini memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan robot humanoid. Menurutnya, berbagai proses produksi, mulai dari pengelasan hingga logistik, menjadi area yang dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan teknologi robotika berbasis AI.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BGN Punya Tunggakan Rp 1,6 T, Minta Maaf ke Pihak Ketiga Belum Bayar Tagihan
• 43 menit lalu
0
thumb
PLN Hadirkan Promo "Semangat Baru Makin Berdaya", Diskon 50% Biaya Tambah Daya
• 3 jam lalu
0
thumb
Bareskrim Serahkan 3 Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan ke Polda Kalteng
• 20 jam lalu
0
thumb
Fajrin: Latihan Resmi PSM Baru Dimulai Senin
• 20 jam lalu
0
thumb
Membedah Penyebab Banyak Kepala Daerah Tertangkap KPK
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.