Pasokan PAM Bakal Terhenti, Warga Cengkareng Mulai Tampung Air di Tong dan Ember

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, mulai bersiap menghadapi potensi terhentinya pasokan air PAM mulai Jumat (17/7/2026).

Gangguan layanan ini diperkirakan berlangsung hingga lima hari, seiring perbaikan jalur pipa air yang dijadwalkan selesai pada Rabu (22/7/2026).

Yanti (42), warga RT 08 RW 06 Cengkareng Barat, mengaku telah menerima informasi mengenai potensi penghentian aliran air dari Ketua RW setempat.

Mengetahui pasokan air akan terganggu, ia langsung menyiapkan berbagai wadah di rumah untuk menampung air.

Baca juga: Air PAM Berpotensi Mati Sementara di 7 Kelurahan Jakarta Mulai 17 Juli, Cek Lokasinya

"Rencananya entar malam nih mau nampung airnya. Cuma adanya tong doang sih. Tong sama ember sama bak-bak doang," ujar Yanti saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis malam.

Karena tidak memiliki toren atau penampungan berkapasitas besar, Yanti memanfaatkan seluruh wadah yang tersedia, termasuk galon bekas.

"Ya paling satu tong sama tiga ember, paling sama galon-galon yang kosong. Galon kosong paling ada empat yang bekas-bekas," ucap Yanti.

Ia berharap penghentian pasokan air tidak berlangsung selama lima hari karena kebutuhan air rumah tangga tidak bisa ditunda.

Jika persediaan air habis, Yanti berencana membeli air dari pedagang keliling seharga Rp 5.000 per jeriken atau meminta air dari musala di seberang rumah yang masih menggunakan air tanah.

Baca juga: Ada Mobil Tangki Gratis Selama Air PAM Mati di Jakbar, Begini Cara Aksesnya

"Ya jangan lama-lama lah. Kan butuh air setiap hari, pagi, siang, sore butuh air buat nyuci, masak, mandi, semuanya deh pokoknya. Ya paling beli, paling suka minta di musala," tutur Yanti.

Keluhan serupa disampaikan Risma (37), tetangga Yanti, yang tinggal bersama delapan anggota keluarga dalam satu rumah.

Dengan jumlah penghuni yang cukup banyak, kebutuhan air menjadi persoalan utama ketika pasokan berpotensi terhenti. Beruntung, keluarganya memiliki bak penampungan berukuran besar.

"Keluarganya ramai, dua KK, 8 orang. Makanya di bawah itu tuh ada penampungan gede. Pasti banget, dipenuhi dulu nanti," kata Risma.

Baca juga: Mulai 17 Juli, Pasokan Air PAM Jaya di 7 Kelurahan Jakbar Terhenti Sementara Selama 6 Hari

"Semoga ya jangan lama-lama lah gitu kali ya. Soalnya kita kan keluarga besar, nyuci cuci piring udah ah stop banget kalau air mati. Besok kerja takut enggak bisa mandi lagi pada nih," sambungnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Pelaku Usaha Ikut Khawatir

Potensi gangguan pasokan air juga dikhawatirkan para pelaku usaha.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pria di Nganjuk Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Rumah Tetangga
• 22 jam lalu
0
thumb
Melihat Antusiasme Siswa Disabilitas Wujudkan Mimpi Kunjungi Istana Kepresidenan
• 15 jam lalu
0
thumb
Omongan Pelatih Spanyol Terbukti Setelah Argentina Menang Comeback Atas Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Kalimantan Selatan Rancang Sentra Kekayaan Intelektual
• 20 jam lalu
0
thumb
Oknum Polisi Polda Sulsel Diduga Jadi Bos Mafia BBM di Jeneponto, Ditampung di Kapal Hingga 30 Ton
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.