VIVA – Hal yang dibicarakan pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, benar-benar terbukti setelah kemenangan Argentina. Mereka mengalahkan Inggris untuk melaju ke final Piala Dunia 2026.
Albiceleste berhasil masuk ke partai final kedua mereka secara beruntun di dua edisi Piala Dunia. Setelah menjuarai edisi 2022 dengan mengalahkan Prancis, Argentina akan menghadapi Spanyol pada Piala Dunia 2026 ini.
Kemenangan Argentina diamankan pada Kamis (16/7/2026) dini hari tadi WIB di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Anthony Gordon, Albiceleste bangkit dari ketertinggalan di menit-menit akhir.
Lionel Messi menciptakan assist dalam kedua gol tersebut yang diselesaikan oleh Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez. Skor 2-1 mengakhiri pertandingan ini dalam 90 menit.
- THOMAS COEX / AFP
Argentina akan menantang Spanyol yang juga menang selama 90 menit di laga kontra Prancis. Tim asuhan Luis de la Fuente itu menang berkat gol penalti Mikel Oyarzabal dan satu gol lagi dari Pedro Porro.
Setelah kemenangan atas Prancis kemarin, De la Fuente sempat mengindikasikan dukungannya kepada Argentina. Dia menanti kesempatan bermain berhadapan dengan Lionel Scaloni yang merupakan temannya.
Dalam pernyataannya, De la Fuente mengatakan bahwa sepak bola Eropa sangatlah berbeda dengan Amerika Selatan. Meski begitu, dia tetap menghormati Inggris dan memprediksi laga ketat yang mana benar-benar terjadi dalam duel semalam.
“Sepak bola Eropa tidak sama dengan Amerika Selatan. Saya benar-benar menantikan kesempatan berhadapan dengan Argentina karena Lionel Scaloni adalah teman saya,” katanya, seperti dilansir dari media Argentina, TN dan Tyc Sports.
“Saya sangat menghormati potensi sepak bola Inggris. Menurut opini saya, sebelum Piala Dunia, saya menyebut Inggris sebagai salah satu unggulan nyata,” sambungnya.
“Itu akan menjadi pertandingan yang ketat di antara dua tim hebat. Namun, kami menyambut keduanya dengan tangan terbuka,” tambah De la Fuente.
- REUTERS/Paul Childs
Dilansir dari TyC Sports, De la Fuente merupakan guru Scaloni saat menimba ilmu kepelatihan di Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Kini, duel antara murid dan guru tersebut akan terjadi di final Piala Dunia, dengan sang murid menjadi juara bertahan.






Komentar (0)