Pantau - _Pemerintah memperkuat sektor peternakan sapi perah sebagai sektor hulu untuk mewujudkan kemandirian susu nasional dengan mengintegrasikan produksi peternak dan industri pengolahan susu.
Integrasi Hulu dan Hilir Jadi Strategi Kemandirian SusuWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan penguatan sektor peternakan sapi perah membutuhkan kerja sama lintas kementerian, yaitu Kementerian Pertanian yang menangani sektor hulu, Kementerian Perindustrian di sektor hilir, serta Kementerian Perdagangan dalam pengaturan perdagangan produk susu.
Hanif menjelaskan integrasi sektor hulu dan hilir diperlukan agar produksi susu dalam negeri dapat terhubung dengan kebutuhan industri pengolahan.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memastikan ketersediaan produk olahan susu lokal, memenuhi kebutuhan masyarakat, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Saat ini sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor dalam bentuk bubuk untuk kebutuhan industri pengolahan.
"Kalo di rata-rata pasarnya 4,5-5 juta ton (per tahun) tetapi 80 persen impor dan dengan jumlah penduduk 288,3 juta kalau dibagi 365 hari maka kemampuan minum susu kita satu orang satu sendok sehari, itu jauh dari rekomendasi FAO (Food and Agriculture Organization) yang dimintakan dua sampai tiga gelas sehari," kata Hanif.
Hanif menyebut peningkatan produksi susu lokal penting untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, mendukung pemenuhan gizi anak, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi peternak.
Malang Jadi Salah Satu Pusat Produksi Susu NasionalHanif mendorong Pemerintah Kabupaten Malang mengambil peran aktif dalam mendukung kemandirian produksi susu nasional karena Jawa Timur menjadi sentra produksi susu terbesar di Indonesia.
Menurutnya, pusat produksi susu nasional mengerucut dari Jawa Timur, Kabupaten Malang, hingga Kecamatan Pujon sebagai salah satu kawasan penting produksi susu.
Hal tersebut disampaikan Hanif setelah mengunjungi Kantor Koperasi SAE Pujon di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Sekretaris Koperasi SAE Pujon Nur Kayin mengatakan produksi susu segar koperasi tersebut mencapai 120 ton per hari yang berasal dari 9.000 ekor sapi dan peternak anggota koperasi.
Nur Kayin menjelaskan produksi susu di Jawa Timur mencapai sekitar 1.200 ton per hari, sedangkan tiga Koperasi Unit Desa (KUD) di wilayah barat Kabupaten Malang menghasilkan sekitar 300 ton per hari.
Koperasi SAE Pujon berupaya membantu memenuhi kebutuhan susu nasional melalui peningkatan produktivitas peternakan dan pengembangan hilirisasi produk susu.
Nur Kayin menilai pengembangan peternakan sapi perah harus didukung ketersediaan lahan pakan karena pemeliharaan sapi membutuhkan pasokan rumput yang memadai.
Koperasi SAE Pujon juga tengah membahas rencana pembangunan pabrik UHT bersama Kemenko Pangan untuk mendukung kebutuhan program MBG.





Komentar (0)