Andrio caesario ketum B8C Dukung Langkah Prabowo, Penanganan Kasus Kejagung Harus Transparan dan Tuntas

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Barisan 8 Center (B8C) menyampaikan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang meminta Jaksa Agung memberikan laporan secara langsung terkait perkembangan penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Sikap tersebut dinilai menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan proses pemberantasan korupsi berlangsung secara tegas dan tanpa pengecualian.

Ketua Umum Barisan 8 Center, Andrio Caesario, menilai perkara yang melibatkan aparat penegak hukum menjadi ujian penting bagi upaya reformasi hukum di Indonesia. Karena itu, proses penanganannya harus mengedepankan profesionalisme, keterbukaan, serta terbebas dari campur tangan pihak mana pun.

Menurut Andrio, Presiden Prabowo menunjukkan keseriusan untuk memastikan tidak ada individu yang memperoleh perlakuan istimewa di hadapan hukum, termasuk jika dugaan pelanggaran terjadi di lingkungan lembaga penegak hukum.

"Kami percaya Presiden Prabowo tidak akan mentoleransi praktik korupsi, termasuk apabila terjadi di lingkungan institusi penegak hukum. Justru inilah momentum untuk membuktikan bahwa tidak ada satu pun pejabat yang kebal terhadap hukum," ujar Andrio.

B8C berpandangan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya berhenti pada proses penetapan tersangka maupun pergantian pejabat. Kasus tersebut dinilai harus menjadi pijakan untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal, tata kelola kelembagaan, hingga mekanisme kontrol terhadap aparat penegak hukum.

Organisasi tersebut juga menilai kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum merupakan fondasi penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Oleh sebab itu, setiap tahapan proses hukum perlu dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Andrio menambahkan, menjaga stabilitas nasional tidak boleh diartikan sebagai membatasi ruang kritik dari masyarakat. Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara konstruktif dinilai dapat menjadi masukan penting untuk memperkuat reformasi hukum sekaligus meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia.

"Kami mendukung Presiden menjaga stabilitas nasional. Namun stabilitas tidak boleh dimaknai sebagai menutup ruang kritik. Justru kritik yang konstruktif menjadi energi untuk memperkuat reformasi hukum dan memastikan cita-cita Indonesia yang bersih dari korupsi benar-benar terwujud," katanya.

Selain itu, Barisan 8 Center berharap Presiden Prabowo segera menunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang memiliki integritas tinggi, rekam jejak yang bersih, serta keberanian dalam menindak perkara korupsi agar agenda pemberantasan korupsi tetap berjalan efektif.

Sebagai organisasi yang sejak awal menyatakan dukungan terhadap visi dan misi Presiden Prabowo Subianto, B8C menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat pemberantasan korupsi secara konsisten, adil, dan tanpa tebang pilih.

"Korupsi adalah musuh bangsa, sehingga perang melawannya harus dimulai dari penegakan hukum yang bersih dan dipercaya masyarakat," tutup Andrio.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kasus Eks Jampidsus Diserahkan ke Kejaksaan, Sahroni: Kalau Ribut 2 Lembaga, yang Rugi Kita Semua
• 19 jam lalu
0
thumb
Wapres Gibran Cek Pembangunan Proyek PSEL di Palembang
• 1 jam lalu
0
thumb
Realisasi PNBP Kementerian ESDM Tembus Rp 85,58 T per Juli 2026
• 3 jam lalu
0
thumb
Lebih dari Touring, MAXI Yamaha Day Bali 2026 Suguhkan Pengalaman Moto Camp yang Berkesan
• 20 jam lalu
0
thumb
Pramono: Kalau Ada Lift Rusak, Segera Diperbaiki!
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.