Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor, tetapi Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia kini merupakan negara yang semakin matang dan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata oleh negara lain.

Meski tetap membuka diri terhadap kerja sama internasional, pemerintah menegaskan akan mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap kemitraan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

"Tapi semua pihak juga harus mengerti bahwa Indonesia sekarang sudah dewasa. Pemimpin-pemimpin Indonesia bukan pemimpin yang bodoh, bukan pemimpin yang naif, bukan pemimpin yang penakut," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, masih terdapat pihak-pihak yang meremehkan kemampuan Indonesia dan memandang bangsa Indonesia sebagai bangsa yang lemah.

"Ada pihak-pihak yang selalu memandang rendah bangsa Indonesia, yang selalu menganggap remeh bangsa Indonesia, yang selalu mengejek bangsa Indonesia di belakang punggung kita," katanya.

Baca Juga

  • Prabowo Tegaskan Investor Untung, tetapi Rakyat Harus Sejahtera

Prabowo menilai stereotip tersebut muncul karena karakter masyarakat Indonesia yang dikenal ramah dan terbuka, sehingga kerap disalahartikan sebagai kelemahan.

"Karena kebaikan bangsa Indonesia, keramah-tamahan, bangsa kita begitu ramah, kita dinilai lemah," ujarnya.

Dia juga menyinggung anggapan bahwa masyarakat Indonesia merupakan bangsa yang malas. Menurutnya, pandangan tersebut bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan.

"Kita dibilang bangsa yang santai, kita dibilang bangsa yang malas, bahwa rakyat Indonesia hobinya tidur. Padahal rakyat kita berjuang keras dari hari ke hari untuk mencari kehidupan yang layak," kata Prabowo.

Presiden menggambarkan beratnya perjuangan masyarakat di berbagai daerah, mulai dari nelayan yang mempertaruhkan nyawa di laut hingga petani dan pekerja yang memulai aktivitas sejak dini hari.

"Mereka yang berlayar di laut mencari makan, mencari ikan itu mempertaruhkan nyawa. Di mana-mana rakyat kita kerja keras," ujarnya.

Prabowo menjelaskan kebiasaan masyarakat beristirahat saat siang hari di wilayah tropis tidak dapat dijadikan ukuran bahwa bangsa Indonesia tidak produktif. "Kalau iklim itu begitu panas, ya kearifan nenek moyang mengajarkan kita hindari panas pada saat terik matahari," katanya.

Dia menambahkan banyak pihak yang tidak memahami bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia telah memulai aktivitas sejak sebelum matahari terbit.

"Ada bangsa-bangsa yang tidak melihat bahwa rakyat kita bangun sangat pagi. Ada yang ke sawah, ada yang ke ladang, ada yang cari air, cari kayu, ada yang berburu, ada yang melaut di saat gelap, kembalinya pun di saat gelap," ujar Prabowo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sidang Perdana Eks Kasi Intel Bea dan Cukai Budiman Bayu Prasojo Digelar 28 Juli
• 11 jam lalu
0
thumb
Harga CPO Turun 2 Hari Tertekan Tingginya Persediaan 
• 5 jam lalu
0
thumb
Tanggapi Serius Laporan Pelecehan Seksual yang Guncang Liga Voli Korea, KOVO Siapkan Sanksi usai Investigasi Rampung
• 18 jam lalu
0
thumb
Kisah Dua Legenda, Satu Takdir, Saat Messi dan Yamal Bertemu di Puncak Piala Dunia 2026
• 10 jam lalu
0
thumb
B50 Digadang-gadang Jadi Jalan RI Kurangi Impor BBM, Begini Hitung-hitungan Manfaatnya
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.