dr Tifa Singgung Jokowi Tak Pernah Hadir Acara UGM: Tidak Seperti Anies-Ganjar

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa, menyoroti ketidakhadiran Jokowi dalam berbagai acara yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pernyataan tersebut dilontarkan dr Tifa usai menjalani sidang pembacaan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsinya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (16/7).

Ia menilai ada ketidaklaziman terkait jejak Jokowi di kampus tersebut, mengingat UGM biasanya selalu merangkul para alumninya yang berhasil, apalagi hingga menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

"Tidak pernah datang ke UGM dan tidak pernah diundang oleh UGM. Itu adalah sebuah ketidaklaziman pada kampus kami UGM. Karena kampus UGM, kampus saya, itu sangat bangga dengan lulusan-lulusannya yang berhasil atau dianggap berhasil,” ucap Tifa usai menjalani sidang.

“Apalagi ini pejabat publik, apalagi ini adalah wali kota, gubernur, apalagi bahkan presiden. Tapi UGM sama sekali tidak pernah mengundang secara formil, secara resmi," lanjutnya.

dr Tifa lebih lanjut membandingkan rekam jejak kehadiran Jokowi dengan tokoh-tokoh lain yang juga merupakan alumni UGM.

Ia menjelaskan bahwa acara tahunan seperti Dies Natalis selalu menjadi momen berkumpulnya para alumni untuk melakukan tradisi napak tilas kampus.

"Bahkan pada acara yang setiap tahunnya kami semua alumni UGM itu hadir, yaitu pada acara Dies Natalis, ya, di mana kita itu melakukan apa namanya perjalanan dari kampus UGM pertama. Itu selalu ada napak tilas, itu selalu ada pejabat-pejabat," ungkapnya.

Secara spesifik, dr Tifa kemudian menyebut sejumlah nama tokoh politik, termasuk Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, hingga Mahfud MD, yang dinilainya rajin menghadiri acara tahunan di kampus tersebut.

Ia mempertanyakan mengapa Jokowi tidak pernah terlihat ikut serta dalam tradisi kumpul alumni itu.

"Contoh seperti Pak Ganjar Pranowo selalu hadir setiap tahun. Anies Baswedan selalu hadir setiap tahun, demikian juga dengan saya dan Mas Roy. Pak Mahfud MD, jadi semua. Tapi tidak pernah kami melihat Joko Widodo ikut satu kali pun dalam acara Dies Natalis tersebut, ya," pungkasnya.

Dakwaan dr Tifa

Dalam perkaranya, dr Tifa didakwa atas perbuatan fitnah hingga UU ITE atas tudingan ijazah palsu Jokowi.

Berawal pada 26 Maret 2025, kala itu ajudan Jokowi yang bernama Syarif Muhammad Fitriansyah menemukan ada 3 unggahan di medsos yang menuding ijazah Jokowi adalah palsu. Salah satu unggahan itu berasal dari akun X milik dr Tifa tertanggal 20 Maret 2025.

Hal itu kemudian disampaikan Syarif ke Jokowi. Jokowi kemudian meminta tim penasihat hukumnya mengumpulkan unggahan-unggahan yang menuding ijazah palsu tersebut.

Pada saat bersamaan, kuasa hukum Jokowi menggelar konferensi pers pada 14 April 2025 bahwa tudingan ijazah palsu tidak benar dan menyesatkan. Mereka menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli dan sudah dikonfirmasi UGM. Selain itu, mereka mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan tudingan bohong tersebut.

Keesokan harinya, Wakil Rektor UGM Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA juga menggelar konferensi pers mengenai studi Jokowi di UGM. Jokowi disebut lulus pada 5 November 1985.

Dari hasil pencarian di medsos, tim Jokowi menemukan ada 28 unggahan yang menuding ijazah palsu, termasuk lima unggahan dari dr Tifa.

Dalam dakwaan, jaksa menyebut bahwa Jokowi adalah mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM sejak 28 Juli 1980. Jokowi menyelesaikan studi S-1 dengan 160 SKS. UGM menerbitkan ijazah Sarjana Kehutanan atas nama Jokowi pada 5 November 1985.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KAI apresiasi KDM atensi penuh kasus pengeroyokan penjaga perlintasan
• 18 jam lalu
0
thumb
Pengakuan Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15: Berawal dari Tersinggung Berakhir Menyesal
• 11 jam lalu
0
thumb
Kknekki, Ikat Rambut Erling Haaland yang Curi Perhatian di Piala Dunia
• 10 jam lalu
0
thumb
TVRI Sumsel catat jumlah keramaian nobar Piala Dunia lampaui target
• 9 jam lalu
0
thumb
Kementerian Hukum Melampaui Target PNBP 2025, Realisasi Tembus Rp2,19 Triliun atau 107,79 Persen
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.