Efek Zero ODOL, Angkutan Barang KAI Daop 8 Naik 8,42% di Semester I/2026

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatatkan kinerja positif pada layanan angkutan barang sepanjang semester I/2026, dengan pertumbuhan volume mencapai 8,42% secara tahunan (year-on-year/YoY). Perseroan menilai pertumbuhan tersebut turut didorong implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL).

Selama periode Januari hingga Juni 2026, volume angkutan barang oleh KAI Daop 8 Surabaya tercatat sebanyak 1,48 juta ton. Realisasi itu melonjak dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,36 juta ton, di mana terjadi penambahan volume angkutan sebanyak 115.105 ton.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menjelaskan peningkatan volume tersebut menjadi sinyal yang kuat dari meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap moda transportasi logistik berbasis rel di tengah meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan regional.

"Peningkatan volume angkutan barang pada semester I/2026 merupakan cerminan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan logistik KAI. Di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi dan implementasi kebijakan Zero ODOL [Over Dimension Over Loading], transportasi barang berbasis kereta api makin relevan," ujar Mahendro, Kamis (16/7/2026).

Berdasarkan jenis komoditas, sektor petikemas masih menjadi kontributor utama kargo KAI Daop 8 dengan porsi mencapai 67,35% atau sebanyak 998.472 ton.

Di posisi kedua, angkutan bahan bakar minyak (BBM) menyumbang 30,72% atau sebesar 455.472 ton. Sementara itu, sisanya ditopang oleh angkutan ritel sebanyak 24.366 ton (1,64%), serta komoditas lainnya sebesar 4.216 ton (0,28%).

Baca Juga

  • Implementasi Zero ODOL 2027 Dibayangi Minimnya Anggaran
  • Jasa Marga (JSMR) Bakal Pasang Gantry RFID untuk Pantau Truk Odol
  • 302.561 Truk ODOL Kena Razia, Ini 5 Perusahaan yang Sering Langgar Aturan

Mahendro menyebut dominasi komponen petikemas dan BBM menegaskan peran strategis koridor operasi kereta api di Jawa Timur dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi dan barang manufaktur di tingkat nasional. 

Menurut dia, peran KAI Daop 8 tersebut krusial mengingat posisi strategis wilayah kerjanya sebagai gerbang utama distribusi logistik menuju kawasan Indonesia Timur.

Selain faktor efisiensi biaya, ketepatan waktu, dan aspek keberlanjutan lingkungan, tren pertumbuhan kargo ini juga ikut didorong oleh penegakan kebijakan Zero ODOL oleh pemerintah. 

Mahendro menilai kapasitas angkut kereta api yang besar menjadi solusi praktis serta paling andal bagi pelaku logistik untuk mengalihkan beban angkutannya dari jalan raya menuju jalur rel.

Guna menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas operasional melalui optimalisasi kapasitas rangkaian dan digitalisasi layanan angkutan.

"KAI Daop 8 Surabaya akan terus meningkatkan kapasitas operasional, memperkuat kolaborasi dengan para pelaku usaha, dan menghadirkan layanan logistik yang semakin andal guna mendukung kelancaran rantai pasok serta pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Timur," ujar Mahendro.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengakuan Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15: Berawal dari Tersinggung Berakhir Menyesal
• 11 jam lalu
0
thumb
Dokter Tifa: Selama Jadi Pejabat, Jokowi Tak Pernah Diundang UGM
• 6 jam lalu
0
thumb
13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Bersaing di Super League, Persib Bandung Terbanyak
• 58 menit lalu
0
thumb
Bahlil Ungkap Alasan Blok Masela Baru Digarap Usai Mandek 28 Tahun
• 1 jam lalu
0
thumb
Momen Unik Skuad Argentina Temukan Botol Contekan Pinalti Milik Pickford
• 38 menit lalu
0
Berhasil disimpan.