Operasi caesar merupakan salah satu metode persalinan yang dilakukan melalui pembedahan pada perut dan rahim untuk membantu mengeluarkan bayi. Selama prosedur berlangsung, dokter dan tim medis menggunakan berbagai alat bedah yang masing-masing memiliki fungsi penting agar operasi berjalan aman, efektif, dan sesuai prosedur.
Meski bentuknya mungkin terlihat asing atau membuat ibu merasa cemas, setiap alat digunakan untuk tujuan tertentu, mulai dari membuat sayatan, membuka area operasi, hingga membantu menghentikan pendarahan.
5 Alat yang Digunakan di Ruang Operasi saat Ibu CaesarDikutip dari WHO National Clinical Training Handbook: Learning Guide for Cesarean Section, berikut lima alat yang umum digunakan selama operasi caesar beserta fungsinya.
Gunting bedah
Alat ini digunakan untuk memotong jaringan, memperluas sayatan pada lapisan perut atau rahim, serta memotong benang jahit selama prosedur operasi caesar.
Pinset bedah
Pinset bedah digunakan untuk menjepit dan mengangkat jaringan (misalnya kulit, fasia, atau peritoneum) agar dokter dapat membuat sayatan dengan lebih presisi dan aman.
Retractor
Retractor berfungsi membuka dan mempertahankan sayatan tetap terbuka sehingga dokter memiliki pandangan yang jelas ke rahim. Pada operasi caesar juga digunakan bladder retractor untuk menahan kandung kemih agar tidak terkena sayatan saat membuka rahim.
Electrocautery (Bovie)
Alat ini perlu menggunakan arus listrik untuk memotong jaringan sekaligus menghentikan perdarahan (koagulasi pembuluh darah kecil), sehingga lapangan operasi tetap jelas dan kehilangan darah dapat diminimalkan. Penggunaan electrocautery merupakan praktik standar dalam banyak operasi, termasuk caesar.
Forceps
Forceps digunakan untuk menjepit pembuluh darah guna menghentikan pendarahan sementara (hemostasis), memegang jaringan, atau membantu manipulasi jaringan selama operasi caesar.






Komentar (0)