Catatan Perjuangan TQA Alwi Hamu Tak Kenal Waktu: Al-Quran Tetap Dicintai Anak Makassar

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Di tengah derasnya arus digital yang akrab dengan gawai, media sosial, dan permainan daring, semangat anak-anak Makassar untuk mencintai Al-Qur’an tetap tumbuh. Hal itu dibuktikan Ta’limul Al-Qur’an Lil Aulad (TQA) Alwi Hamu yang dalam usia baru sembilan bulan telah berhasil mengantarkan salah seorang santrinya mengikuti Pra Ujian Sima’an 5 juz.

Suasana haru menyelimuti ruang belajar TQA Alwi Hamu di Jalan Kapten Pierre Tendean, Makassar, Selasa (14/7/2026). Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar sejak pukul 09.00 Wita hingga menjelang salat Asar.

Santri berusia 11 tahun, Muhammad Al-Qubara, menjalani Pra Ujian Sima’an 5 juz dengan penuh ketenangan. Sesekali ia menghentikan hafalannya untuk meminum air, kemudian kembali melanjutkan bacaan tanpa kehilangan konsentrasi.

Keberhasilan itu menjadi perhatian para orang tua santri dan pengurus yayasan. Pasalnya, TQA Alwi Hamu baru berdiri pada Oktober 2025 atau belum genap satu tahun.

“Ini luar biasa. Baru sembilan bulan sudah bisa sampai lima juz. Kami sebagai orang tua tidak menyangka,” ujar salah seorang wali santri yang mengikuti jalannya sima’an.

Pra Ujian Sima’an menjadi tahapan penting sebelum ujian resmi. Selain menguji kelancaran hafalan, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun kesiapan mental santri menghadapi penguji.

Selama proses berlangsung, empat santri lainnya bertugas menyimak sekaligus mengoreksi apabila terdapat kesalahan bacaan maupun tajwid. Pola pembelajaran tersebut menjadi bagian dari metode yang diterapkan di TQA Alwi Hamu agar setiap santri terbiasa saling mengingatkan dalam menjaga hafalan.

Ketua Pembina Yayasan Alwi Hamu Indonesia, HM Agus Salim Alwi Hamu, turut menyaksikan langsung jalannya pra ujian bersama jajaran pengurus yayasan.

Kepala TQA Alwi Hamu, Ustaz Rahmatullah, mengatakan Pra Ujian Sima’an 5 juz akan dilanjutkan pada 22 Juli mendatang sebelum pelaksanaan ujian resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli 2026.

Menurutnya, pelaksanaan ujian nanti akan menghadirkan tim dari Kantor Kementerian Agama Kota Makassar sebagai penguji.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Ini pra ujian pertama untuk lima juz. Insyaallah kita lanjutkan tanggal 22 Juli. Kami berharap kehadiran Kemenag menjadi penyemangat sekaligus bukti bahwa TQA Alwi Hamu serius mencetak generasi Qur’ani,” ujar Ustaz Rahmatullah didampingi pengajar Ustaz Habibi dan Ustaz Naim.

Rahmatullah mengungkapkan, capaian tersebut lahir dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Santri diwajibkan menyetorkan hafalan pada pagi dan sore hari, sementara malam digunakan untuk murajaah bersama orang tua di rumah.

Ia menyebut keberhasilan bukan ditentukan oleh cepat atau lambatnya hafalan, melainkan konsistensi dalam menjaganya.

“Yang terpenting bukan cepatnya, tetapi istiqamahnya. Kalau pondasinya kuat, insyaallah sampai 30 juz juga bisa dicapai,” katanya.

Saat ini, selain Muhammad Al-Qubara, terdapat tujuh santri lain yang telah menghafal antara dua hingga tiga juz.

Capaian tersebut mendorong TQA Alwi Hamu untuk terus memperluas layanan pendidikan Al-Qur’an. Dalam waktu dekat, lembaga itu akan membuka penerimaan santri perempuan.

Kepala Humas TQA Alwi Hamu, Ustaz M. Sukri, mengatakan seluruh fasilitas asrama putri telah disiapkan, mulai dari ruang belajar hingga tempat tinggal santri.

“Kami sudah mulai menyebarkan informasi melalui media sosial. Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Target kami Agustus 2026 sudah memasuki tahap pembelajaran awal,” ujar Sukri.

Menurutnya, pembukaan kelas putri merupakan jawaban atas tingginya permintaan masyarakat yang ingin menyekolahkan anak perempuan mereka di lembaga tahfiz tersebut.

“Kami ingin mencetak bukan hanya hafiz, tetapi juga hafizah yang kelak menjadi generasi Qur’ani dan membawa manfaat bagi umat,” tuturnya.

Bagi Yayasan Alwi Hamu Indonesia, keberadaan TQA bukan sekadar program pendidikan jangka pendek, melainkan investasi peradaban melalui pembinaan generasi yang mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.

Pra Ujian Sima’an yang berlangsung hingga sore hari ditutup dengan sujud syukur Muhammad Al-Qubara usai menyelesaikan hafalan lima juz. Takbir dan tepuk tangan para hadirin mengiringi momen tersebut.

Sejumlah orang tua tampak menitikkan air mata, menyaksikan bagaimana anak seusia 11 tahun mampu menjaga hafalan Al-Qur’an yang menjadi kebanggaan keluarga sekaligus harapan bagi masa depan umat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sambut Usulan Kepala Daerah Dapat Bonus PAD, Mendagri: Dorong Pemikiran dan Kreasi
• 39 menit lalu
0
thumb
Saat Siswa di Blitar “Berbagi” Lokasi dengan Koperasi Desa
• 23 jam lalu
0
thumb
SDN Pocin 1 Depok Dibongkar untuk Jadi Rumah Kreatif, Kini Hampir Rata dengan Tanah
• 20 jam lalu
0
thumb
Japan Open 2026: Amankan Satu Tempat di Babak 16 Besar, Ubed Ungkap Kunci Kemenangan atas Tunggal Putra Denmark
• 16 jam lalu
0
thumb
Royal Enfield Shotgun 650 Rough Crafts Hanya 4 Unit di Indonesia, Harga Rp329 Juta
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.