Galian Proyek di Jakarta Diminta Dilakukan Bersamaan, "Jangan Bongkar Pasang Terus"

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengingatkan agar penataan kabel utilitas di Jakarta tidak berujung pada pembongkaran jalan berkali-kali

Penataan utilitas harus dikoordinasikan dengan proyek infrastruktur lain.

"PR berikutnya adalah saat pelaksanaannya nanti. Pekerjaan ini harus disusun dan dikoordinasikan dengan baik, terutama soal galian. Sekarang saja galian sudah banyak," kata Yuke saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: Belajar dari Galian di TB Simatupang, Pramono: Seluruh Proyek Jangan Jalan Sendiri-sendiri

Penataan utilitas di bawah tanah harus segera dilakukan mengingat kondisi kabel semrawut di sejumlah wilayah Jakarta sudah cukup mengkhawatirkan.

Namun, pelaksanaannya harus direncanakan dengan matang.

Menurut dia, pekerjaan penataan kabel bawah tanah sebaiknya dilakukan bersamaan dengan proyek infrastruktur lain, seperti pembangunan jaringan air bersih, trotoar, saluran drainase, maupun pekerjaan utilitas lainnya.

"Maunya kami, pekerjaan ini bisa dilakukan bersamaan dengan pekerjaan PAM, trotoar, saluran, dan infrastruktur lainnya. Jadi jangan bongkar-pasang, bongkar-pasang. Dulu saja pengerjaan beberapa kilometer sudah menimbulkan kemacetan luar biasa," ujarnya.

Karena itu, Yuke meminta adanya koordinasi antarsatuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta agar proyek yang berada di lokasi yang sama dapat dikerjakan secara bersamaan.

"Kalau ada pekerjaan di lokasi yang sama, koordinasikan sehingga bisa dikerjakan sekaligus," ucap dia.

Selain itu, Yuke juga menagih kepastian implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 tentang penempatan SJUT yang telah disahkan.

Menurut dia, Pemprov DKI perlu segera memastikan aturan teknis dan penugasan kepada pihak yang bertanggung jawab agar penataan utilitas dapat berjalan.

Ia menilai penataan utilitas tidak hanya bertujuan merapikan kabel-kabel yang semrawut, tetapi juga memastikan seluruh operator jaringan terdata dan bertanggung jawab.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Yuke menambahkan, Komisi D akan meminta perkembangan pelaksanaan perda tersebut dalam rapat kerja bersama Pemprov DKI Jakarta.

DPRD juga ingin memastikan koordinasi antara Dinas Bina Marga, BUMD yang ditugaskan, dan para operator utilitas telah berjalan sehingga target penataan kabel bawah tanah dapat segera direalisasikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Misteri Kematian Dokter PPDS di Siak, Ditemukan Tanda Kekerasan di Tubuh Korban
• 7 jam lalu
0
thumb
Gangguan Kesehatan Mental di Kalangan Pekerja Indonesia Konstan Melonjak Sepanjang 2026
• 6 menit lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Dr Tifa: Seharusnya Jokowi Jadi Terdakwa, Bukan Klien Kami Usai Sidang
• 4 jam lalu
0
thumb
Penampakan Terkini di Dalam Hotel Sultan: Lantai Marmer Ditutup Triplek, Barang Terus Diangkut
• 5 jam lalu
0
thumb
Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus Baru
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.