Zulhas Ungkap Penyaluran Bansos dan Hasil Panen Akan Lewat Kopdes Merah Putih

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai infrastruktur pemerintah pertama yang dirancang untuk memajukan desa. Nantinya, bantuan sosial (bansos) akan disalurkan melalui KDKMP.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional KDKMP di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026). Dia mengatakan keputusan tersebut dihasilkan dari ratas bersama Presiden Prabowo Subianto semalam.

"Saya memberi kabar gembira kepada saudara-saudara. Semalam kami sudah ratas dipimpin Bapak Presiden langsung. Langsung beliau yang pimpin. Salah paham mengenai Kopdes akan kita selesaikan. Apa itu Kopdes? Kopdes itu adalah infrastruktur pemerintah untuk apa? Seluruh nanti koperasi desa itu akan menjadi kantor tunggal, seluruh bantuan-bantuan pemerintah melalui Kopdes," kata Zulhas.

Baca juga: Mendes Pastikan KDMP dan BUMDes Tak Bersaing, Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa

Menurut Zulhas, bantuan yang akan disalurkan melalui KDKMP mencakup berbagai program yang selama ini telah berjalan. Mulai dari bantuan sosial hingga bantuan alat pertanian.

"Sudah diputuskan semalam. Apa itu? Satu, bantuan pemerintah itu ada bansos yang 10 kilo, PKH-PKH, bantuan tunai untuk desil 1, desil 2, itu semua melalui Kopdes. Kemudian beras SPHP, beras bantuan pangan, itu semua melalui koperasi desa. Bantuan alat-alat pertanian, traktor segala macam, semua melalui Kopdes," katanya.

Zulhas menilai KDKMP merupakan infrastruktur pertama yang dimiliki pemerintah untuk mempercepat pembangunan desa. Menurutnya, program tersebut menjadi tonggak baru dalam sejarah Indonesia.

"Ini baru 80 tahun Indonesia merdeka baru sekarang pemerintah punya infrastruktur untuk membantu memajukan desa," katanya.

Selain menjadi pusat penyaluran bantuan pemerintah, Zulhas mengatakan KDKMP juga akan berfungsi sebagai offtaker yang menyerap hasil panen petani maupun hasil tangkapan nelayan agar mereka tidak dirugikan akibat harga yang rendah.

"Dua, dia sebagai offtaker. Kalau nanti panen Saudara, petani-petani kita, kita sudah janji berpihak kepada rakyat petani Indonesia, nggak boleh tawar. Oleh karena itu, kalau petani panen harganya di bawah Rp 6.500, maka Koperasi Desa Merah Putih yang akan membeli. Tidak boleh petani dirugikan," katanya.

Baca juga: Mensos Sebut Penyaluran Bansos Akan Lewat Kopdes Merah Putih

Ia menambahkan, mekanisme yang sama juga akan diterapkan terhadap komoditas lain, seperti jagung dan hasil tangkapan ikan.

"Jadi Saudara-saudara, itu yang kita perjuangkan. Kalau harga jagung di bawah standar, koperasi yang beli. Koperasi Nelayan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, kalau harga ikan terlalu murah, nelayan dirugikan, Koperasi Nelayan Merah Putih yang akan beli. Tentu itu yang modal dasar, setelah itu akan banyak pengembangan-pengembangan lain," imbuhnya.




(dek/dek)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya Klaim Reformasi DJP Dongkrak Penerimaan Pajak 24,6% pada Semester I-2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Jawab Tantangan Krisis Kepemimpinan BUMN, Peneliti STIE Malangkuçeçwara Gagas Model SCAL
• 43 menit lalu
0
thumb
Usai JPO Tendean Ditabrak Truk, Pramono Serahkan Proses Hukum ke Polisi
• 21 jam lalu
0
thumb
Tim Khusus Kasus Eks Jampidsus Febrie Banyak Diisi 'Alumni', Ini Kata KPK
• 9 jam lalu
0
thumb
Truk Molen Sempat Nyangkut di Jembatan Matraman, Begini Penampakannya
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.