Jawab Tantangan Krisis Kepemimpinan BUMN, Peneliti STIE Malangkuçeçwara Gagas Model SCAL

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

​Malang (beritajatim.com) – Tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara (ABM Malang) merumuskan formulasi kepemimpinan baru yang dinamakan Strategic Contextual Authentic Leadership (SCAL).

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons nyata terhadap maraknya problematika manajerial yang kerap melanda berbagai organisasi besar, termasuk perusahaan plat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

​Riset ini berhasil mendapatkan pendanaan melalui skema Penelitian Fundamental tahun anggaran 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Guna mematangkan konsep instrumen serta menguji validitas konstruknya, tim peneliti menyelenggarakan agenda Workshop Expert Judgment yang menghadirkan jajaran panel ahli lintas sektor pada Kamis (16/7/2026).

​Ketua Tim Peneliti STIE Malangkucecwara, Dr. Hanif Mauludin, M.Si, mengungkapkan bahwa gagasan mengenai SCAL ini berakar dari evaluasi perkembangan teori kepemimpinan dalam dua dekade terakhir. Menurutnya, konsep authentic leadership memang sangat populer, namun dinamika era modern menuntut adanya pengembangan yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan aspek strategis dan kontekstual.

​”Inspirasi lahirnya konsep ini berangkat dari keprihatinan kami terhadap realitas praktik kepemimpinan akhir-akhir ini. Banyak korporasi besar sekelas BUMN yang terjerat masalah pelik, salah satu contoh terbarunya adalah dinamika yang sempat ramai di PT ASDP,” ujar Dr. Hanif usai acara di Gedung Leadership Center STIE Malangkucecwara.

Kelompok penelitian STIE Malangkucecwara yang menggagas model SCAL (Foto: Dani Alifian)

​Ia menilai, fenomena tersebut sangat menarik perhatian dunia akademik karena para figur yang menakhodai organisasi tersebut sebenarnya dikenal memiliki rekam jejak integritas, kejujuran, serta kompetensi yang tinggi. Namun, faktor internal itu rupanya belum cukup kokoh jika tidak diimbangi dengan kepekaan terhadap aspek strategis-kontekstual di lapangan.

​”Sektor BUMN dipilih menjadi lokus utama penelitian karena karakteristiknya yang unik. Mereka lahir dari rahim pemerintah (government), tetapi dalam operasionalnya wajib mengadopsi prinsip bisnis murni. Kompleksitasnya sangat luas karena benturan kepentingan stakeholder eksternal begitu tinggi, mulai dari regulasi birokrasi hingga dinamika partai politik,” imbuh Hanif.

​Melalui model SCAL ini, Hanif bersama anggota timnya, yang terdiri dari Dr. Darti Djuharni, M.Si, (Cand Dr) Yuyuk Liana, SE., MM, dan Rina Irawati, SE., MM., mengembangkan empat dimensi baru, mulai dari kecerdasan kontekstual hingga kematangan adaptasi. Data awal riset menunjukkan bahwa integritas dan akhlak mulia hanyalah modal dasar. Pemimpin masa kini wajib memiliki kapasitas menerjemahkan perubahan lingkungan eksternal serta memetakan peran dari tiap pemangku kepentingan secara presisi.

​Formulasi teoretis ini mendapat apresiasi positif dari para panel ahli yang hadir dalam forum expert judgment. Dr. Puguh Wiji Pamungkas, M.M., selaku Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus leadership trainer, menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan motor penggerak utama pertumbuhan organisasi di sektor swasta maupun pemerintahan.

​”Hal yang membedakan konsepsi SCAL besutan Pak Hanif ini adalah keberanian memasukkan dimensi kemampuan adaptif terhadap perubahan ekstrim. Saat ini kita hidup di tengah situasi VUCA (Volatile, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Karakteristik lingkungan yang serba cepat dan membingungkan ini menuntut pemimpin di sektor apa pun memiliki ketajaman untuk memutus kebijakan secara cepat, tepat, dan akurat,” papar Puguh dari sudut pandang praktisi publik.

​Senada dengan hal itu, Dr. Hegi Harjoyo yang bertindak sebagai konsultan bisnis memandang model SCAL berfungsi seperti cermin (mirroring) yang sangat berharga bagi para pelaku usaha. Berdasarkan pengalamannya mendampingi perusahaan skala menengah dengan omzet miliaran rupiah yang ingin naik kelas menjadi korporasi besar, para praktisi kerap terjebak pada metode trial and error tanpa dasar referensi teoretis yang kuat.

​”Praktisi di lapangan sering kali bertindak dulu baru memahami teorinya belakangan, dan itu sebenarnya sebuah keterlambatan. Begitu saya mencermati paparan konsep SCAL ini, saya langsung merasa ini sangat relevan. Model ini memformulasikan apa yang dihadapi dunia bisnis sehari-hari agar eksekusi strategi tidak lagi menabrak sana-sini,” ungkap Hegi.

Workshop Expert Judgment di STIE Malangkuçeçwara (Foto: Dani Alifian)

​Perspektif penguatan regulasi pemerintahan turut dipertegas oleh Anggota DPRD Kota Malang, Dr. Indra Permana, M.M. Ia membagikan pengalamannya saat memimpin Panitia Khusus (Pansus) Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang secara tidak langsung telah mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam prinsip SCAL. Model SCAL, menurutnya, melengkapi kelemahan versi kepemimpinan lama dengan menekankan komitmen serta integritas tingkat tinggi.

“Konsep ini adalah solusi atas kebuntuan tata kelola kepemimpinan yang jamak dijumpai di pemerintahan daerah saat ini. Jika proses memimpinnya sudah didesain dengan benar sejak awal melalui pendekatan SCAL, maka output kebijakannya pun dijamin akan membawa kemaslahatan publik,” tandas Indra sembari mengutip filosofi Jawa kuno mengenai keterkaitan mutu pemimpin dengan kualitas jajarannya.

​Selain para praktisi kebijakan dan bisnis, validasi ilmiah instrumen SCAL ini juga dikawal langsung oleh Prof. Dr. Yupono Bagyo, S.E., M.M., CHRM., selaku pakar manajemen sumber daya manusia (HRM) dan akademisi senior.

​Riset fundamental ini ditargetkan mampu menghasilkan luaran konkret berupa artikel ilmiah berkualitas yang menjadi rujukan peneliti lanjutan serta penyusunan buku ajar kepemimpinan. Pasca-proses validasi ini, tim peneliti STIE Malangkucecwara dijadwalkan menggelar diseminasi hasil riset di tiga klaster, yaitu kalangan akademisi perguruan tinggi, pelaku usaha, serta birokrasi pemerintahan melalui rangkaian roadshow langsung ke sejumlah mitra strategis BUMN. (dan/ted)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pimpinan Komisi II DPR Sebut Parpol Sulit Penuhi Kuota 30% Perempuan
• 22 jam lalu
0
thumb
Putra Sayuti Melik Dibawa ke STPL Bekasi, Mensos Pastikan Pendampingan Medis dan Sosial
• 20 jam lalu
0
thumb
Jadi Kartini Modern, Perempuan Bisa Belajar Tenang dengan Cara Ini
• 23 jam lalu
0
thumb
Gudang Amunisi TNI di Madiun Meledak
• 3 jam lalu
0
thumb
John Herdman Ungkap Hasil Sepekan TC Timnas Indonesia di Bali untuk Piala AFF 2026, Terkesan dengan Semangat Pemain
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.