REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Shanghai pada Rabu mengirimkan pesan yang lebih besar daripada sekadar inspeksi pembangunan perkotaan. Di hadapan kompleks perumahan yang dibangun pada 1950-an dan baru selesai direnovasi, Xi menegaskan bahwa pembangunan kota di China kini harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, bukan lagi semata-mata memperluas kawasan perkotaan dengan proyek-proyek baru.
Xi, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (PKC), meminta pemerintah daerah menjalankan pembaruan kota secara menyeluruh, cermat, dan efektif agar mampu meningkatkan rasa puas, kebahagiaan, dan keamanan masyarakat. Ia menegaskan bahwa renovasi kawasan permukiman lama menjadi bagian penting dari strategi pembangunan kota modern yang berpusat pada rakyat.
Baca Juga
Seberapa Siluman J-36 China Dibanding F-22 Amerika?
J-36 Berpotensi Jadi Pesawat Tempur Paling Berbahaya China, Bagaimana dengan Amerika?
Gegerkan Indo-Pasifik, China Sempurnakan Jet Siluman J-36 Tanpa Ekor untuk Penetrasi Jarak Jauh
Di Distrik Huangpu, Xi mengunjungi kompleks hunian yang telah direvitalisasi. Empat blok apartemen yang dibangun pada era 1950-an direnovasi secara menyeluruh sehingga kualitas tempat tinggal warga meningkat. Xi bahkan menyempatkan diri mengunjungi rumah seorang pensiunan untuk melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat.
"Kami melayani rakyat. Ketika rakyat hidup damai dan puas, barulah Partai dan pemerintah merasa tenang," kata Xi kepada penghuni setempat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia juga meninjau kios penjualan bahan pangan di lingkungan tersebut dan meminta pemerintah terus meningkatkan tata kelola komunitas, memperbaiki fasilitas publik, serta menciptakan lingkungan permukiman yang nyaman bagi warga.
Namun, di balik kunjungan tersebut, para pengamat melihat adanya perubahan besar dalam strategi pembangunan ekonomi China. Selama lebih dari tiga dekade, pertumbuhan ekonomi negeri itu banyak ditopang pembangunan kota-kota baru, kawasan industri, apartemen, hingga proyek infrastruktur berskala raksasa. Kini arah kebijakan mulai bergeser dari ekspansi menuju revitalisasi.
Perubahan itu tidak terlepas dari pecahnya gelembung (bubble) sektor properti China yang selama bertahun-tahun menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi. Harga rumah yang terus melonjak mendorong pembangunan besar-besaran di berbagai kota. Banyak pemerintah daerah mengandalkan penjualan hak guna lahan kepada pengembang sebagai sumber utama pendapatan.
Komentar (0)