Tekanan Nilai Tukar Hantui Pengusaha, Kadin Institute: Kepastian Kebijakan Pemerintah Jadi Kunci Pemulihan

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kondisi perekonomian Indonesia pada Kuartal II 2026 masih dibayangi ketidakpastian yang memengaruhi dunia usaha.

Hasil survei Kadin Indonesia Institute menunjukkan pelaku usaha menghadapi tekanan akibat pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya biaya operasional, hingga belum jelasnya arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Institute Mulya Amri menyampaikan bahwa dari hasil survei yang dilakukan oleh Kadin Institute, dunia usaha di Indonesia saat ini menghadapi tantangan dalam menjaga kinerja bisnis sekaligus menyesuaikan strategi di tengah tekanan nilai tukar dan perubahan lingkungan ekonomi.

BACA JUGA:Eks Pimpinan KPK Dorong Prabowo Serahkan Kasus Febrie ke KPK, Dinilai Untungkan Presiden

"Para pengusaha melihat adanya ketidakpastian arah kebijakan ekonomi, dan juga adanya kelemahan pemerintahan domestik," papar Mulya dalam Media Briefing yang digelar di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, pada Rabu, 15 Juli 2026.

Lebih lanjut, Mulya menambahkan bahwa kondisi ini pun juga turut berdampak besar terhadap keberlangsungan usaha kedepannya.

Pasalnya, meningkatnya biaya operasional dan bahan baku impor, tertekannya daya beli masyarakat, serta semakin besarnya juga akan semakin mendorong kehati-hatian pelaku usaha dalam mengambil keputusan investasi.

Tidak hanya itu, kondisi ini juga menempatkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam posisi paling rentan.

Pasalnya, usaha Mikro relatif lebih fleksibel dalam menyesuaikan struktur biaya operasional di tengah tekanan ekonomi, sedangkan usaha Besar memiliki kapasitas modal dan jaringan yang lebih memadai untuk menahan tekanan permintaan maupun pelemahan nilai tukar rupiah.

BACA JUGA:Kasus Eks Jampidsus, Komjak: JPU Wajib Profesional Meski Hadapi Mantan Kolega

"Usaha Kecil dan Menengah tidak memiliki kedua keunggulan tersebut, sehingga cenderung lebih terdampak," ucapnya.

Dalam menghadapi kondisi ini sendiri, Mulya menilai bahwa adanya kepastian dari Pemerintah akan efektivitas dari arah kebijakan ekonomi yang digelontorkan pun juga sangat diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"Jadi saya rasa memang kita butuh kepastian arah kebijakan ekonomi begitu, seharusnya kepercayaan itu bisa kembali," ucap Mulya.

"Jadi sepertinya kuncinya dua ya kata kuncinya, recovery akan terjadi kalau kita punya stabilitas rupiah, dan yang kedua adanya kepastian, kebijakan ekonomi," tambahnya.

Di sisi lain, Kadin Indonesia Institute juga memandang bahwa pemerintah perlu memprioritaskan stabilisasi nilai tukar rupiah, serta kepastian arah kebijakan dan penyederhanaan birokrasi, mengingat keduanya menjadi sumber tekanan sekaligus harapan utama pelaku usaha di tengah pelemahan bisnis yang terus berlanjut.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemotor Ditabrak Mobil BYD di Jaksel, Pelaku Kabur, Korban Cedera di Kepala
• 21 jam lalu
0
thumb
KKP Kejar Investasi Karbon Biru, Pantura Jadi Fokus Restorasi Mangrove
• 3 jam lalu
0
thumb
Melihat Strategi AS Mencegah Serangan Bom di Sekolah
• 23 jam lalu
0
thumb
PNBP Kementerian ESDM Tembus Rp85,58 Triliun hingga Juli 2026
• 1 jam lalu
0
thumb
Harga Listrik Tenaga Surya di Eropa: Siang Hari Gratis, Malam Naik Gila-gilaan
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.