REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat pengembangan ekosistem karbon biru sebagai instrumen mitigasi perubahan iklim sekaligus membuka peluang investasi di sektor kelautan. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menjajaki kerja sama dengan Rubicon Carbon, perusahaan solusi karbon asal Amerika Serikat.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, kolaborasi tersebut berpotensi mendukung investasi karbon, pengembangan teknologi, serta pembiayaan inovatif untuk meningkatkan kualitas pengelolaan ekosistem karbon biru seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.
Baca Juga
Pengembangan Proyek Karbon Dinilai Perlu Didukung Kemitraan dan Infrastruktur Digital
Pelindo Panjang Tanam 250 Pohon Dukung Dekarbonisasi Pelabuhan
Transisi Energi Dorong Transformasi Logistik, Elnusa Genjot Operasi Rendah Karbon
KKP juga tengah menyempurnakan regulasi penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) melalui revisi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon di Sektor Kelautan.
“Salah satu fokus pengembangan saat ini adalah revitalisasi kawasan pesisir Pantai Utara Jawa melalui restorasi mangrove yang dipadukan dengan perbaikan sistem budidaya tambak,” kata Trenggono dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Trenggono menjelaskan, program tersebut diarahkan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi sekaligus meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dan produktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam pertemuan dengan Rubicon Carbon, KKP memaparkan sejumlah rencana pengembangan, mulai dari restorasi mangrove skala besar di Pantai Utara Jawa hingga penguatan pengelolaan kawasan konservasi laut.
Menurut Trenggono, pemanfaatan teknologi pemantauan akan menjadi elemen penting dalam penyusunan data karbon biru yang kredibel dan memenuhi standar internasional. Melalui kerja sama tersebut, KKP juga akan menjajaki penyusunan studi kelayakan, pengembangan proyek percontohan, mobilisasi investasi, serta akses ke pasar karbon internasional.
Trenggono mengatakan, tahapan tersebut diharapkan menghasilkan proyek karbon biru yang memenuhi standar global sekaligus menarik minat pembeli kredit karbon sejak tahap awal pengembangan.
Head of Asia and Head of Asset Management Rubicon Carbon Flora Ji menyampaikan, pihaknya menyambut baik peluang kerja sama dengan KKP untuk mengembangkan proyek karbon biru berskala lanskap di Indonesia.
Flora mengatakan, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi contoh proyek restorasi mangrove berstandar internasional yang dapat direplikasi di berbagai negara.
Komentar (0)