Jakarta, tvOnenews.com - Sebelum menebar teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15 pada Senin (13/7/2026), peneror berinisial MY sempat ngobrol di pos ronda bersama warga.
Hal ini diungkapkan Ketua RT 03/RW 04, Gang Kidan, Srengseng Sawah Anton Sianipar.
"Malam itu, malam sebelum dia melakukan teror itu, masih ngobrol bareng sama saya di pos ronda," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Namun, selama berkumpul bersama MY, Anton menyebut tidak pernah ada pembahasan teror bom sebelumnya.
- Luthfia Miranda Putri-Antara
Anton sangat menyayangkan perbuatan MY lantaran pria itu dikenal sebagai pribadi yang normal dan mau membaur dengan warga.
Ditambah lagi MY diketahui tengah merawat istrinya yang mengalami sakit pada bagian kepala dan mata. MY juga diketahui sudah kehilangan ibunya.
Anton menyebut MY pernah melakukan teror serupa kepada tetangga di lingkungan rumahnya.
"Kalau teror bom itu berapa tahun yang lalu di salah satu rumah warga saya sempat ada teror bom juga," katanya.
Berdasarkan informasi yang didapatnya, MY dikenal memang beberapa kali suka mengirimkan pesan teror kepada warga.
Anton blak-blakan mengatakan dirinya bahkan pernah difitnah melalui teror yang disebarkan oleh pelaku.
“Nama saya sempat jelek di lingkungan karena diteror yang aneh-anehlah. Kesannya saya melecehkan wanita, ibu-ibu gitu, padahal saya enggak," terangnya.
Setelah ditelusuri, ternyata teror tersebut identik dengan nomor yang pernah melakukan teror serupa.
Kini, MY sudah diamankan oleh pihak kepolisian. MY dikenai Pasal 601 KUHP terkait ancaman teror.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, MY mengaku melakukan perbuatannya karena iseng. Akan tetapi, polisi tak percaya begitu saja. Pihak kepolisian akan mendalami motif MY lebih lanjut.
Awal Mula Teror di SDN Srengseng Sawah 15
Mulanya teror itu dikirimkan MY ke guru dan staf di SD tersebut melalui pesan WhatsApp pada pagi hari. Hari itu bertepatan dengan hari pertama MPLS.
Pesan WhatsApp tersebut berisi ancaman dari peneror yang akan meledakkan bom ke 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah agar tidak melapor ke polisi.
Meski diancam, pihak sekolah akhirnya tetap melapor ke polisi. Setelah ditelusuri, tidak ada bom di sekolah itu hingga akhirnya MY ditangkap pada siang harinya. (ant/nsi)




Komentar (0)