Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan sistem Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berbeda dengan supermarket. Program tersebut menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan semua bantuan kepada para penerima manfaat.
"Koperasi Desa Merah Putih sebagai infrastruktur pemerintah nanti menyalurkan bantuan-bantuan, seluruh bantuan. Kemudian juga menyalurkan seluruh barang-barang subsidi," kata Zulhas usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Advertisement
Menurut dia, Koperasi Desa juga sebagai wadah bagi petani untuk menjual gabah dan hasil produksinya, apabila harga jual di pasaran tak sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah. Nantinya, KDMP akan mengambil sebagai pembeli.
"Dia sebagai offtaker kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain di bawah harga yang sudah ditentukan pemerintah, maka koperasi dia bisa offtaker sebagai apa namanya pembeli dari produk-produk pertanian yang sudah ditentukan harganya oleh pemerintah," tuturnya.
Zulkifli mengungkapkan, peran KDMP sebagi infrastruktur menyalurkan bantuan, barang subsidi dan wadah bagi petani menjual hasil panen gabah dan jagung, sudah diputuskan dalam rapat bersama presiden.
"Tadi baru diputuskan yang gabah sama jagung ya, gabah sama. Yang sudah diputuskan gabah sama jagung yang harganya ditentukan oleh pemerintah. Kalau masih di bawah itu, maka Kopdes bisa ambil alih," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (15/7/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk membahas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Rapat berlangsung di kompleks Istana dan menghimpun pejabat lintas kementerian serta lembaga yang berkaitan dengan urusan desa, perdagangan, sosial, pengawasan keuangan, dan ketahanan pangan.





Komentar (0)