Prabowo Gelar Rapat Bahas Penyaluran Barang Subsidi Lewat Kopdes

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono mengungkap Presiden Prabowo Subianto memanggil para menteri untuk membahas operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Salah satu agenda yang akan dibahas adalah mekanisme penyaluran barang-barang subsidi melalui kopdes.

Ferry mengatakan pembahasan itu akan dilakukan dalam rapat sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianti saat peringatan Hari Koperasi Nasional beberapa waktu lalu.

"Iya, tentang operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih,” ungkap Menkop Ferry di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7).

Menurut Ferry, Prabowo bakal membahas implementasi berbagai kebijakan yang sebelumnya telah diumumkan kepada publik, termasuk menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai saluran utama distribusi barang subsidi.

"Tentang barang-barang subsidi itu harus apa, mekanismenya disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Kemudian pembiayaan dengan tingkat bunga yang kemarin disampaikan oleh Bapak Presiden di Indonesia Arena kemarin, mungkin itu,” kata Ferry.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bakal menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai jalur utama penyaluran berbagai barang subsidi di tingkat desa.

Kebijakan ini bertujuan agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran sekaligus menekan potensi penyimpangan dan penyelundupan barang subsidi.

Prabowo menuturkan, Kopdes Merah Putih tidak hanya akan berfungsi sebagai koperasi simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi.

"KDMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalam ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa, obat-obatnya obat generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota," kata Prabowo saat peringatan Hari Koperasi Nasional di Jakarta, Minggu (12/7).

Prabowo menjelaskan pembentukan Kopdes Merah Putih berangkat dari upaya pemerintah memutus ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.

Karena itu, pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 81 ribu koperasi desa dan kelurahan yang nantinya akan menjadi pusat berbagai layanan ekonomi, termasuk penyaluran pupuk bersubsidi, LPG, layanan simpan pinjam, hingga penyediaan obat-obatan dengan harga terjangkau.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kata Didier Deschamps Usai Prancis Disingkirkan Spanyol
• 14 jam lalu
0
thumb
Pangsa Pasar Tetap Dominan, Penjualan Mobil Astra Juni 2026 Tembus 40 Ribu Unit
• 9 jam lalu
0
thumb
Mobil dan Empat Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jaktim, Tujuh Orang Terluka
• 8 jam lalu
0
thumb
BSI Buka Program Pemagangan Nasional Batch 1 Angkatan 2, Fresh Graduate Bisa Daftar
• 11 jam lalu
0
thumb
Bantuan Langsung Tunai Bakal Ada Lagi? Simak Penjelasannya
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.