Kementerian Haji Dorong Transformasi Industri Haji dan Umrah Berbasis Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Industri haji dan umrah di Indonesia dinilai perlu memasuki babak baru yang tidak lagi berorientasi semata pada keuntungan bisnis. Di tengah meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun, transformasi penyelenggaraan ibadah didorong agar lebih mengedepankan kualitas pelayanan, integritas, serta nilai ibadah yang diterima jemaah.

Paradigma baru tersebut dikenal melalui konsep Travel Beyond Profit, yakni pendekatan yang menempatkan keberhasilan penyelenggara perjalanan ibadah tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kemampuan menjaga amanah, memberikan pelayanan terbaik, serta membangun kepercayaan jemaah.

Baca Juga :
Biaya Haji Diusulkan Naik Rp 107 Juta, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?
55 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

Transformasi ini juga menuntut penyelenggara untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang sehat, transparan, dan akuntabel. Selain itu, digitalisasi layanan, pembinaan jemaah yang lebih komprehensif, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri haji dan umrah nasional.

Di sisi lain, industri haji dan umrah juga didorong memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui kolaborasi lintas sektor, penggunaan produk lokal, hingga pengembangan kerja sama internasional yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Sejalan dengan arah tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk mendorong perubahan paradigma penyelenggaraan ibadah haji dan umrah melalui kolaborasi dengan pelaku usaha agar industri ini semakin profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.

Kementerian Haji Kenalkan Semangat Travel Beyond Profit

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) di Hotel Golden Tulip, Kota Batu, Rabu, 15 Juli 2026.

Dalam arahannya, Dahnil menegaskan penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah tidak boleh hanya mengejar keuntungan finansial. Menurutnya, kepercayaan jemaah merupakan amanah yang harus dijaga melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi dalam membangun industri haji dan umrah yang sehat dan berkelanjutan.

Selain aspek tata kelola, penyelenggara juga diharapkan memperkuat pembinaan kepada jemaah melalui manasik dan edukasi yang berkualitas agar pelaksanaan ibadah berjalan lebih nyaman dan sesuai tuntunan syariat.

Baca Juga :
Wamenhaj Soroti Praktik Kartel Haji, Dorong Perbaikan Tata Kelola yang Transparan
Soroti Kasus Ribuan Jemaah Gagal Umrah, DPR Desak Kementerian Haji dan Umrah Turun Tangan
Kemenhaj Pastikan Jemaah Haji Indonesia Nyaman Jelang Puncak Haji

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pesawat AS Tembak Kapal yang Coba Terobos Blokade Selat Hormuz
• 6 jam lalu
0
thumb
Dirjen Minerba Buka Ruang Evaluasi B50, Minta Industri Sampaikan Keluhan
• 3 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa KKN-T Unhas Dorong Pembentukan Bank Sampah di Kelurahan Kassi untuk Kelola Sampah Berbasis 3R
• 23 jam lalu
0
thumb
Thomas Tuchel Pertimbangkan Strategi Man Marking untuk Redam Lionel Messi
• 22 jam lalu
0
thumb
Lika-liku Blok Masela yang Akan Diresmikan Prabowo Usai 28 Tahun Mangkrak
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.