JAKARTA, DISWAY.ID - Founder dan Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menilai posisi Indonesia di tengah gejolak geopolitik dunia saat ini masih tergolong aman.
Meski konflik di berbagai kawasan terus memicu ketidakpastian global, menurutnya tantangan terbesar yang harus diwaspadai Indonesia justru berasal dari volatilitas pasar yang sulit diprediksi.
"Sebenarnya secara geopolitik kita aman. Ada keresahan dan kegundahan, terutama dengan situasi di Timur Tengah. Semua itu memperhatinkan, tapi not one is aimed at us," jelas Dino dalam agenda DBS Insight Forum, yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Rabu15 Juli 2026.
BACA JUGA:Profil dan Riwayat Pendidikan Dino Patti Djalal, Viral usai Kritik Kunjungan Luar Negeri Presiden
Kendati begitu, dirinya juga melanjutkan bahwa dengan sifatnya yang tidak terprediksi, pasar global sendiri juga menjadi tantangan utama bagi Indonesia.
"Tantangannya sekarang adalah di market. Bagaimana kita melakukan kebijakan yang reassuring to market, karena we cannot control the market. Jadi kita harus menciptakan kebijakan yang reassuring ke market," tutur Dino.
BACA JUGA:Habiburokhman Sentil Kritik Dino Patti Djalal, Zaman Dia Sehebat Apa? Sekarang Kok Jadi Sok Paling Menlu
Dalam menghadapi tantangan ini sendiri, Dino menuturkan bahwa harus ada langkah tersendiri dari Pemerintah untuk dapat memaksimalkan manfaat yang didapat dari jalinan kerjasama dengan negara-negara lain.
"Opsinya adalah apakah dengan semua partnership yang kita ada dan berhubungan baik dengan semua pihak itu, we can do something more for world peace untuk perdamaian dunia, untuk stabilitas kawasan gitu ya," tutur Dino.
"Kita bisa menggunakan aset-aset itu untuk membantu menciptakan perdamaian, untuk memperkokoh ASEAN," tambahnya.
BACA JUGA:Dino Patti Djalal Beri 5 Saran Penghematan Biaya Lawatan Presiden yang Capai Ratusan Miliar Rupiah
Di sisi lain, keunggulan kompetitif bisnis dan individu tidak lagi hanya ditentukan oleh akses pembiayaan, terutama di tengah-tengah ketidakpastian global ini.
Dalam hal ini, diperlukan kemampuan mengambil keputusan finansial yang tepat, cepat, dan adaptif terhadap dinamika pasar yang terus berubah.
Pasalnya, pertumbuhan bukan hanya dipengaruhi oleh akses modal, tetapi yang memiliki pemahaman lebih kuat terhadap risiko, arah pergerakan ekonomi, sekaligus momentum pengambilan keputusan.





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298194/original/023138500_1784136138-WhatsApp_Image_2026-07-15_at_9.08.30_PM.jpeg)
Komentar (0)