Google Cloud Siap Investasi Rp12,15 Triliun di Indonesia, Ini yang Akan Dikembangkan

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Investasi itu ditujukan untuk memperkuat ekosistem digital dan membantu pelaku usaha mengimplementasikan AI secara nyata.

Google Cloud Siap Investasi Rp12,15 Triliun di Indonesia, Ini yang Akan Dikembangkan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Google Cloud menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi kecerdasan buatan di Indonesia. Perusahaan ini siap menggelontorkan investasi masif senilai USD750 juta atau setara Rp12,15 triliun. 

Investasi itu ditujukan untuk memperkuat ekosistem digital dan membantu pelaku usaha mengimplementasikan AI secara nyata.

Baca Juga:
Induk Google Cari Dana Rp1.400 Triliun untuk Biayai Pengembangan AI

Country Director Google Cloud Indonesia, Karim Siregar, mengungkapkan bahwa investasi tersebut difokuskan untuk membantu para mitra usaha (partner) dan nasabah di Indonesia agar dapat menjalankan serta mengadopsi teknologi AI dengan lebih efektif. 

Google Cloud memandang Indonesia kini telah memasuki fase krusial berikutnya, di mana pemanfaatan AI bukan lagi sekadar eksperimen.

Baca Juga:
Google Mesti Bayar Denda Rp84 Triliun usai Kalah Banding di Eropa

"Kita ini sudah pada saat titik selanjutnya di dalam perkembangan AI di Indonesia. Sekarang bukan lagi kita harus melakukan eksperimen-eksperimen, tapi bagaimana menggunakan AI untuk hal-hal yang kita bisa hadapi sehari-hari dan memecahkan masalah kita sehari-hari," ujar Karim di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dalam implementasi investasi tersebut, Google Cloud menerapkan strategi baru di pasar Indonesia yang disebut sebagai konsep Forward Deployed Engineer. Lewat konsep ini, para ahli dan insinyur dari Google akan diterjunkan langsung untuk duduk bersama dengan pihak perusahaan atau customer. 

Baca Juga:
Truk yang Tersangkut di JPO Tendean Ikuti Google Maps, Tujuannya ke Kejagung

Langkah ini bertujuan untuk memetakan kendala organisasi, mencari solusi nyata, hingga membangun sistem AI yang sesuai dengan kebutuhan spesifik bisnis nasabah.

"Tugasnya forward deployed engineer adalah duduk bersama dengan customer Google agar bisa mengetahui dan mencari solusi yang benar-benar nyata, yang bisa membantu bisnis nasabah kita dan membangun solusinya. Sehingga yang kita sebut AI itu dapat implementasinya langsung dilakukan dengan ekspert-ekspert kita dari Google," tuturnya.

Karim menambahkan bahwa kehadiran komputasi awan (cloud) berfungsi sebagai mesin penggerak utama di balik adopsi teknologi ini. Integrasi yang selaras antara AI dan teknologi cloud diyakini mampu memberikan rasa percaya diri bagi pelaku usaha dalam menghadapi tantangan komputasi maupun kapasitas memori ke depan.

“Sekarang cloud itu menjadi seperti mesin penggerak utama dari AI. Jadi kalau ada AI on top of cloud technology, kita itu bisa cukup confident penggunaan AI ke depannya tidak akan ada kendala dari sisi compute, dari sisi memori dan sebagainya," pungkas Karim.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem di Tanah Air, Google juga telah memulai inisiatif bertajuk 'Indonesia Berdaya'. 

Program kolaboratif ini menggandeng 15 perusahaan dari berbagai sektor industri, mulai dari telekomunikasi, keuangan, hingga ritel, untuk menyusun peta jalan pengembangan AI serta saling berbagi pengalaman guna mempercepat inovasi bisnis secara menyeluruh.


(Sheqilla Sukma)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AHY Ungkap Keunggulan Pesawat N219, Lincah di Medan Sulit seperti Papua dan Hutan Kalimantan
• 1 jam lalu
0
thumb
Sekda Jatim Sebut Tiga ASN yang Dipanggil KPK untuk Dimintai Data Dana Hibah Pokir
• 6 jam lalu
0
thumb
Kapolres Jakpus Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi untuk Penegakan Hukum Lebih Transparan
• 23 jam lalu
0
thumb
OJK: 51 Ribu Nasabah Diputus Hubungan oleh Bank karena Terindikasi Judi Online
• 22 jam lalu
0
thumb
Menhaj Sudah Lapor Prabowo soal Usulan Biaya Haji 2027 Naik Rp 19 Juta
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.