Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran hutan terjadi di kawasan lereng Kompleks Gunung Biru yang masuk wilayah UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Sedikitnya terdapat empat titik api yang terdeteksi di kawasan Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06, tepatnya di wilayah Desa Gumeng dan Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengatakan informasi awal mengenai munculnya titik api di Gunung Biru diterima dari petugas Tahura Raden Soerjo pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 18.10 WIB dan disampaikan kepada BPBD Kabupaten Mojokerto.
“Informasi kami terima dari rekan-rekan Tahura Raden Soerjo. Karena lokasi yang terbakar berada di kawasan hutan konservasi di bawah pengelolaan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, kami langsung berkoordinasi untuk melakukan pemantauan,” ungkapnya, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, sekitar pukul 23.00 WIB Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto bergerak menuju Bukit Cendono di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, untuk melakukan pemantauan langsung terhadap lokasi kebakaran. Selain observasi lapangan, BPBD juga memanfaatkan aplikasi pemantauan milik Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.
“Dari hasil pemantauan tersebut diketahui terdapat empat titik api yang tersebar di lereng Kompleks Gunung Biru. Titik api juga terlihat jelas dari Dusun Merasi, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, yakni di jalur pendidikan Bukit Cendono. Upaya pemadaman belum dapat dilakukan secara maksimal karena medan menuju lokasi kebakaran sangat sulit dijangkau,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi kendala utama bagi petugas untuk mencapai titik api. BPBD Kabupaten Mojokerto terus berkoordinasi dengan UPT Tahura Raden Soerjo, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, serta Polres Mojokerto untuk memantau perkembangan kebakaran dan menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Sekarang kami bersama teman-teman BPBD Jatim, Tahura Raden Soerjo, kepolisian, mahasiswa, dan Masyarakat Peduli Api berada di lokasi. Kami sudah membentuk dua tim pemadaman yang bersiaga di Bukit Cendono dan Desa Gumeng. Jika memungkinkan untuk melakukan pemadaman, kami akan menurunkan tim,” tegasnya.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan pegunungan juga diimbau agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan, terutama di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko meluasnya api. [tin/kun]





Komentar (0)