Menag Maju Ketum PBNU, Gus Ipul: Aturan Rangkap Jabatan Diputus Muktamirin

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan Menteri Agama Nasaruddin Umar akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35.

Meski demikian, ia mengatakan ketentuan yang melarang Ketua Umum PBNU merangkap jabatan masih bergantung pada keputusan para muktamirin.

"Nah itu tergantung Muktamirin ya. Ketentuannya sudah ada, ya kemudian apakah ketentuan itu akan diubah atau diteruskan itu semua tergantung Muktamirin. Kemudian ketentuan itu akan diterapkan pada Muktamar ini atau pada Muktamar yang akan datang itu semua tentu tergantung Muktamirin," kata Gus Ipul di DPR, Rabu (15/7).

Ia menjelaskan, aturan tersebut merupakan hasil keputusan Muktamar NU di Lampung lima tahun lalu. Namun, seluruh ketentuan organisasi tetap dapat dievaluasi dalam forum muktamar.

"Tapi kita tahu bahwa semua aturan-aturan telah disepakati di dalam Muktamar Lampung ya pada lima tahun yang lalu. Nah ke depan seperti apa ya kita belum tahu persis tetapi Jam'iyah Nahdlatul Ulama memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bisa memimpin NU di masa yang akan datang," ujarnya.

Selain Nasaruddin Umar, Gus Ipul mengungkap sejumlah nama lain yang masuk bursa calon Ketua Umum PBNU, yakni Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Kiai Zulfa Mustofa, Kiai Abdussalam Shohib (Gus Salam), dan Kiai Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Gus Ipul juga memastikan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses pemilihan Ketua Umum PBNU.

"Oh saya kira iya itu, pasti (tak ada cawe-cawe). Presiden tahu betul Nahdlatul Ulama, memahami betul Nahdlatul Ulama, dan presiden kenal dengan semua tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Menurutnya, Prabowo memahami tradisi organisasi NU dan menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada para muktamirin.

"Dan tentu presiden memberikan kepercayaan kepada Muktamirin untuk melakukan musyawarah untuk melakukan suatu proses sebagaimana yang ada di dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Jadi saya kira benar bahwa presiden tidak akan turut campur dalam kaitan dengan proses muktamar itu," tandasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Plt Dirut PDAM Makassar Pastikan Produksi Air Masih Stabil Meski Memasuki Musim Kemarau
• 7 jam lalu
0
thumb
Geger Aung San Suu Kyi Menghilang di Myanmar, Diduga Sudah Mati
• 21 jam lalu
0
thumb
Kemenko Polkam Siapkan Model Nasional Penanganan Kapal Asing Tenggelam, MT Silver Sincere Jadi Acuan
• 1 jam lalu
0
thumb
Kejagung Menduga Samin Tan Rugikan Negara Rp 17,7 Triliun
• 29 menit lalu
0
thumb
Iran Menggila! Markas Jet Tempur F-18 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq Yordania Dibombardir
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.