PLN Buka Suara Soal Rencana Ekspor Listrik RI ke Singapura

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) menyatakan masih melakukan kajian teknis terkait rencana ekspor listrik hijau Indonesia ke Singapura.

Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya beserta sistem penyimpanan energi yang secara bertahap mampu memasok hingga 3,4 gigawatt (GW) listrik rendah karbon ke Singapura. Nilai investasinya diperkirakan mencapai US$9 miliar–US$14 miliar, di luar pembangunan jaringan transmisi bawah laut yang menghubungkan kedua negara.

Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan proses kajian dan pendalaman teknis masih terus berlangsung.

"Fokus utama PLN adalah memperkuat sistem kelistrikan di Sumatra sebagai fondasi utama, termasuk menyiapkan kesiapan infrastruktur transmisi dan integrasi pembangkit energi baru terbarukan [EBT] di dalam negeri," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (14/7/2026).

Menurut Gregorius, pemenuhan kebutuhan listrik dalam negeri tetap menjadi prioritas. Karena itu, pemerintah bersama Danantara dan PLN terus mengeksplorasi berbagai skema agar pengembangan pembangkit EBT berjalan sejalan dengan target bauran energi nasional, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Dia menambahkan kajian tersebut mencakup kesiapan pembangkit, jaringan transmisi, hingga keandalan sistem kelistrikan.

Baca Juga

  • Menanti Manfaat Ekonomi Ekspor Listrik Indonesia ke Singapura
  • Danantara Pimpin Ekspor Listrik ke Singapura
  • Aturan Ekspor Listrik ke Singapura Tunggu Kesepakatan Harga

Dengan pendekatan tersebut, lanjutnya, setiap potensi perdagangan listrik lintas batas akan dirancang agar mendukung penguatan sistem kelistrikan nasional tanpa mengurangi pasokan listrik domestik.

"Di sisi lain, kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional melalui terbukanya peluang investasi baru di sektor EBT dan infrastruktur ketenagalistrikan, mendorong pertumbuhan industri pendukung, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyepakati kerja sama perdagangan listrik dengan Singapura dalam pertemuan Leaders' Retreat Indonesia–Singapura pekan lalu.

Dalam skema tersebut, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ditunjuk sebagai mitra utama Indonesia. Danantara akan mewakili Indonesia dalam proyek perdagangan listrik lintas batas, sementara Keppel Electric dan Sembcorp Utilities bertindak sebagai pembeli listrik.

Meski demikian, proyek bernilai miliaran dolar AS tersebut masih berada pada tahap negosiasi. Pemerintah menegaskan ekspor listrik hanya akan dijalankan apabila memberikan manfaat yang seimbang bagi Indonesia.

Negosiasi harga menjadi salah satu aspek utama yang akan menentukan besaran penerimaan negara, tingkat pengembalian investasi, serta nilai tambah ekonomi yang diperoleh Indonesia dari proyek tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DJP Gandeng Pertamina Uji Coba Pendekatan Baru Pengawasan Pajak
• 21 jam lalu
0
thumb
OJK: 51 Ribu Nasabah Diputus Hubungan oleh Bank karena Terindikasi Judi Online
• 5 menit lalu
0
thumb
Polda Maluku pastikan keamanan kunjungan Presiden ke Blok Masela
• 45 menit lalu
0
thumb
Bapenda Integrasikan Layanan Pajak ke Lontara+, PAD Makassar Naik Lebih Rp100 Miliar
• 23 jam lalu
0
thumb
Manufaktur Kontraksi Terdalam, Industri Desak Akselerasi Investasi
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.