Empat BUMN Sepakat Bangun Proyek Hilirisasi Mineral

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kolaborasi itu juga mencakup pengembangan teknologi guna mempercepat terbentuknya industri material maju yang terintegrasi di Indonesia.

Empat BUMN Sepakat Bangun Proyek Hilirisasi Mineral (Foto: dok Danantara)

IDXChannel - Empat badan usaha milik negara (BUMN) menyepakati pembangunan proyek hilirisasi mineral dan memperkuat pasokan bahan baku bagi industri strategis.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perminas (Persero).

Baca Juga:
Investor Australia Tertarik Masuk Bisnis Hilirisasi Nikel di Indonesia

Melalui kerja sama ini, keempat BUMN akan mengoptimalkan pemanfaatan mineral kritis (critical minerals) dan material maju untuk memenuhi kebutuhan industri strategis dalam negeri. 

Kolaborasi itu juga mencakup pengembangan teknologi guna mempercepat terbentuknya industri material maju yang terintegrasi di Indonesia.

Baca Juga:
RI-India Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Hilirisasi Pemurnian Logam Tanah Jarang

"Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth," ujar 
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).

Rosan menjelaskan, kolaborasi keempat BUMN itu diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor prioritas, antara lain industri kendaraan listrik, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan, serta ketenagalistrikan.

Baca Juga:
Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi, Nilai Investasinya Rp225 Triliun 

Karena itu, hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri. Apalagi Indonesia masih mengekspor bahan mentah, sementara produk olahannya diimpor kembali dengan nilai yang jauh lebih tinggi.

Sementara itu, Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa mengatakan, pengembangan industri middle stream material maju harus menjadi bagian dari transformasi menuju ekonomi berbasis teknologi dan manufaktur bernilai tambah tinggi.

Menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan besarnya permintaan regional, memperkuat kapabilitas teknologi, serta membangun skala ekonomi agar mampu bersaing di pasar global.

"Kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi juga pada kemampuan mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, transportasi, pertahanan, dan berbagai teknologi strategis lainnya," kata Sigit.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Truk Terguling di Simpang Cikunir, Tutup Akses Masuk Tol Layang MBZ
• 8 jam lalu
0
thumb
Harga Komoditas: Minyak Mentah Naik 1,5 Persen, Batu Bara Turun Tipis
• 8 jam lalu
0
thumb
Di Antara Gizi dan Integritas
• 8 jam lalu
0
thumb
3 Sprindik Terbit, Kejagung Tancap Gas Usut Kasus Febrie
• 4 menit lalu
0
thumb
EXPLOREX 2027 Siap Jadi Wadah Kolaborasi Industri Petualangan dan Aktivitas Luar Ruang
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.