Jakarta, VIVA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Jaksa Agung, Kapolri, hingga Menteri Pertahanan (Menhan), pada Sabtu malam lalu. Menurut Prasetyo, pertemuan tersebut dilakukan agar Presiden memperoleh laporan langsung mengenai perkembangan situasi yang sedang terjadi.
Penjelasan itu disampaikan Prasetyo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. Ia menegaskan, sebagai kepala negara, Presiden perlu memperoleh informasi secara menyeluruh terkait dinamika yang berkembang agar pemerintah dapat mengambil langkah yang tepat.
"Ya kan karena ada sebuah kejadian ya tentu beliau ingin mendapatkan laporan," ujar Prasetyo.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai agenda pemanggilan sejumlah pejabat penegak hukum dan Menteri Pertahanan oleh Presiden Prabowo pada akhir pekan lalu.
Presiden Ingin Seluruh Permasalahan Tidak Menimbulkan KegaduhanPrasetyo juga menanggapi pertanyaan mengenai sikap Presiden Prabowo yang disebut tidak menginginkan munculnya kegaduhan di tengah masyarakat. Menurutnya, pesan tersebut bukan hanya berkaitan dengan satu persoalan tertentu, melainkan menjadi prinsip pemerintah dalam menjaga kondisi nasional tetap kondusif.
Ia mengatakan, Presiden berulang kali mengingatkan seluruh jajaran kabinet mengenai pentingnya menjaga stabilitas sebagai salah satu syarat utama untuk mendukung pembangunan ekonomi.
"Ya sebenarnya tidak hanya kalau bicaranya masalah kegaduhan kan sebenarnya tidak hanya berkenaan dengan masalah ini ya berulang kali juga beliau menyampaikan kami para menteri Bapak Presiden selaku pemerintah syarat untuk yang tadi kami sampaikan membangun ekonomi itu salah satunya adalah stabilitas," kata Prasetyo.
Menurutnya, stabilitas menjadi fondasi penting agar berbagai program pembangunan pemerintah dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, setiap persoalan yang muncul diharapkan dapat ditangani sesuai mekanisme hukum tanpa memicu kegaduhan yang berpotensi mengganggu kondisi nasional.
Pertemuan Digelar di Tengah Perkembangan Kasus Febrie AdriansyahPenjelasan Mensesneg disampaikan di tengah perhatian publik terhadap perkembangan kasus yang menjerat Febrie Adriansyah. Dalam perkara tersebut, Febrie telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).






Komentar (0)