Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto mengalami luka-luka usai terkena lemparan batu saat ricuhnya eksekusi Hotel Sultan Jakarta beberapa waktu lalu.
Bahkan, kata dia, Bambang Eko sampai harus menggunakan kursi roda karena luka-luka tersebut.
Advertisement
Hal ini disampaikan Prasetyo saat menghadiri rapat bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (15/7/2026), di mana wakil menterinya tak bisa menghadiri rapat bersama DPR.
"Karena 1 orang wamen kami, kebetulan tidak hadir Pak Bambang Eko, pada saat proses itu ya bertemu lah dengan batu. Sehingga menimbulkan luka dan berangkat tidak menggunakan kursi roda, kembali dari proses dinamika di lapangan itu terpaksa harus menggunakan kursi roda," jelas Prasetyo
Dia menyampaikan pemerintah sangat membutuhkan dukungan moril maupun materiil terkait upaya penyelematan aset negara. Prasetyo menyebut pihaknya kerap menghadapi tantangan saat berjuang mengambil alih aset negara dari pihak yang tak berwenang memilikinya.
"Karena banyak juga pihak yang merasa bahwa aset-aset tersebut adalah miliknya, sehingga dalam proses pemindahan pengelolaan, Bapak/Ibu tentu memperhatikan banyak juga proses-proses terjadi benturan-benturan, dinamika-dinamika di lapangan. Sehingga kami juga mohon support secara moril," tutur dia.
"Ini penting kami sampaikan bahwa dalam rangka penegakan hukum, dalam rangka optimalkan aset-aset pemerintah, itu kita juga menghadapi banyak challenging," sambung Prasetyo.





Komentar (0)