Danantara Siapkan Bali Jadi Pusat Finansial Internasional, Meniru Kesuksesan Dubai

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Bali tak hanya diproyeksikan sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga tengah dipersiapkan menjadi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). 
 
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan global sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
 
Dalam pengembangannya, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai acuan karena dinilai berhasil mengubah Dubai menjadi salah satu pusat keuangan paling berpengaruh di dunia. Mengapa Bali dipilih menjadi pusat finansial internasional? Dengan mengadopsi praktik terbaik tersebut, PFII di Bali diharapkan mampu menarik investasi global, memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional.

Adapun, DIFC nantinya akan menawarkan berbagai keunggulan, antara lain insentif pajak korporasi hingga 0 persen selama 40 tahun. Lalu menjadi pusat aktivitas lebih dari 50.000 profesional, serta dikenal sebagai “Wall Street of MEASA” (Middle East, Africa, and South Asia).
 
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara untuk membahas kesiapan pengembangan PFII.
 
Pembahasan difokuskan pada strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, serta optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pengembangan aset, infrastruktur, dan layanan pendukung PFII.
 
“PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dony dikutip pada Rabu, 15 Juli 2026.
 
Melalui sinergi tersebut, pemerintah optimistis PFII di Bali akan menjadi magnet investasi internasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan kawasan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Efisiensi MBG, Purbaya Awasi Pelaksanaan di Daerah
• 21 jam lalu
0
thumb
Roy Suryo Tunjukkan Ijazah Jokowi yang Diunggah Dian Sandi Tidak Dirusak!
• 21 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa Unhas Gelar Seminar Program Kerja KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 di Desa Tompo Bulu
• 3 jam lalu
0
thumb
Asmo Sulsel Gelar Public Exhibition New Honda Vario Evo 160 di Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Ambon
• 22 jam lalu
0
thumb
Evakuasi Material di JPO Tendean Rampung, Lalin Kembali Normal
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.