Sebelum di Padang, Kasus Terinspirasi Bom SMA 72 Juga Pernah Terjadi di Kalbar

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kasus siswa yang diduga membawa atau merakit bahan peledak di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan. Setelah insiden bom di SMAN 72 Jakarta pada 2025, polisi menemukan adanya keterkaitan pola pada kasus ledakan molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, hingga yang paling baru dugaan bom rakitan yang dibawa siswa MAN 3 Padang, Sumatera Barat.

Dalam perkembangan terbaru, Densus 88 Antiteror Polri mengungkap pengakuan awal siswa berinisial R (17), terduga pelaku dalam kasus di MAN 3 Padang. Berdasarkan pemeriksaan sementara, R mengaku belajar merakit bahan peledak melalui internet dan terinspirasi dari peristiwa bom di SMAN 72 Jakarta.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana menegaskan, pengakuan itu masih didalami penyidik.

“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh TIM Penyelidik,” kata Mayndra dalam keterangannya, Selasa (14/7).

Selain itu, polisi juga masih memverifikasi pengakuan R yang mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.

“Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” ujar Mayndra.

Dari pemeriksaan awal, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti kotak hitam, tas, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan barang lainnya. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa di MAN 3 Padang.

Kasus Kalbar Terhubung dengan SMAN 72

Sebelum kasus di Padang mencuat, Densus 88 lebih dulu mengungkap adanya keterkaitan antara ledakan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan kasus bom di SMAN 72 Jakarta.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Myandra Eka Wardhana mengatakan pelaku di Kalbar dan pelaku bom SMAN 72 diketahui berada dalam komunitas daring yang sama.

“Berdasarkan analisa dari Tim Densus 88 mereka tergabung dalam komunitas yang sama dengan ABH (anak berhadapan dengan hukum) SMAN 72 Jakarta,” kata Myandra dalam keterangannya, Kamis (5/2).

“Mengakses dan terinspirasi komunitas daring yang sama,” tambahnya.

Menurut Myandra, pelaku di Kalbar juga tergabung dalam True Crime Community, komunitas yang sejak akhir tahun lalu telah dipantau Densus 88 karena dikhawatirkan dapat memengaruhi remaja.

“Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan juga tergabung dalam komunitas True Crime Community,” kata Myandra.

Berdasarkan penjelasan Humas Polri, True Crime Community merupakan komunitas digital yang membahas berbagai kasus kriminal nyata dan berkembang di berbagai platform media sosial. BNPT menilai paparan komunitas semacam itu berpotensi mendorong sebagian remaja meniru tindakan ekstrem.

Berawal dari Ledakan di SMAN 72

Kasus yang menjadi rujukan dalam dua peristiwa tersebut terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025). Saat itu empat bom meledak di lingkungan sekolah menjelang salat Jumat.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, sebanyak 98 orang mengalami luka dengan tingkat keparahan yang beragam, mulai dari gangguan pendengaran, luka bakar ringan hingga trauma.

Hasil penyelidikan saat itu menunjukkan pelaku merupakan siswa sekolah tersebut yang bertindak sendiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror. Polisi juga mengungkap pelaku belajar merakit bahan peledak dari tutorial di media sosial serta terpapar berbagai konten kekerasan melalui komunitas daring. Selain itu, pelaku juga diduga merupakan korban perundungan (bullying).

Kini, setelah muncul kasus di Kalimantan Barat dan Padang, penyidik masih mendalami apakah terdapat keterkaitan pola paparan digital maupun komunitas daring dalam ketiga peristiwa tersebut. Hingga saat ini, Densus 88 menegaskan seluruh pengakuan para pelaku masih dalam tahap verifikasi dan pendalaman.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
• 12 jam lalu
0
thumb
Kortas Tipikor Kembali Sambangi Kejagung, Angkut Bingkai Foto dan Boks Kontainer
• 56 menit lalu
0
thumb
Militer AS kembali berlakukan blokade laut di Selat Hormuz
• 2 jam lalu
0
thumb
IHSG Berpotensi Bergerak Sideways, Simak Sentimen Global dan Domestik Hari Ini
• 1 jam lalu
0
thumb
Sadis! Pelaku Pembegalan yang Tewaskan Driver Ojol di Tangerang Akhirnya Ditangkap Polisi
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.