Iran Tegaskan Sebagai Penjaga Abadi Selat Hormuz

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Seyed Abbas Araghchi merespons klaim provokatif terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Selat Hormuz. Dengan menegaskan kembali bahwa Republik Islam Iran selalu dan akan selamanya menjadi penjaga yang sejati dan sah dari jalur air internasional yang vital itu.

Dikutip dari program Zona Bisnis Metro TV, Rabu, 15 Juli 2026, dalam unggahan di media sosial X hari Senin, Araghchi menanggapi pengumuman Trump bahwa Amerika Serikat secara sepihak akan mendeklarasikan dirinya sebagai penjaga Selat Hormuz dan menuntut penggantian biaya yang tinggi, yakni sebesar 20 persen untuk semua kargo yang melintasi.

Araghchi menegaskan Iran selalu menjadi penjaga Selat Hormuz dan akan tetap demikian selamanya. Araghchi juga menyebut 20 persen tentu saja terlalu mahal dan kami akan bersikap adil.
 

Baca Juga :

Ancam Iran, Netanyahu Sebut Israel Bakal Layangkan Serangan Mematikan Jika Digempur

Sebelumnya, Trump menyatakan akan memberlakukan kembali blokade ilegalnya yang menargetkan kapal-kapal Iran sembari memposisikan Amerika Serikat sebagai penjaga Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan ketika Amerika Serikat melanjutkan pola ikut campurnya di Teluk Persia dengan tujuan memiliterisasi dan memonetisasi jalur air yang keamanannya telah lama dijaga oleh pasukan Iran melalui pengelolaan yang bertanggung jawab dan kerja sama regional.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan Iran tidak akan membiarkan Amerika Serikat dan rezim Zionis menggunakan Selat Hormuz untuk tindakan-tindakan yang merusak kedaulatan nasional dan keamanan Iran. 

Langkah Washington yang mengklaim ingin mengawal kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz dinilai justru menunjukkan sikap agresor Amerika Serikat yang ingin memperpanjang ketidakamanan regional, alih-alih melindungi pelayaran internasional.

"Kami tidak bisa membiarkan AS dan rezim Zionis menggunakan Selat Hormuz untuk tindakan-tindakan yang merusak kedaulatan nasional dan keamanan Iran. Pihak yang terus-menerus menghalangi jalan ini adalah Amerika Serikat. Klaim mereka mengenai pengawalan kapal-kapal komersial merupakan bukti dari desakan Amerika untuk melanggengkan ketidakamanan di kawasan. Perilaku seperti itu tentu tidak akan menumbuhkan kepercayaan dalam pelayaran internasional, melainkan hanya akan memperburuk situasi ketidakamanan yang ada," ujar Esmail.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terungkap! Identitas Dokter PPDS Tewas di Semak-Semak RSUD Siak, Alex Kristo Lotis dari Unri
• 3 jam lalu
0
thumb
Koalisi buruh dukung Presiden Prabowo berantas korupsi
• 3 jam lalu
0
thumb
Kewenangan KPI Mau Diperluas, Komisi I DPR Soroti Batas Intervensi Negara
• 45 menit lalu
0
thumb
Strategi Komdigi Persempit Celah Judi Online dan Kejahatan Digital
• 13 jam lalu
0
thumb
Bos BCA (BBCA) Sebut Emas Batangan sudah Old Fashion
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.