Bisnis.com, BALIKPAPAN — Roda perekonomian rumah tangga di Kalimantan Selatan kembali diuji oleh gejolak harga sejumlah komoditas dapur.
Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat, dalam pemantauan harga periode 6–10 Juli 2026, cabai rawit lokal dan bawang merah masih betah bertengger di level tinggi, sementara telur ayam ras dan daging ayam justru menunjukkan tren melandai.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Bagiawan menyatakan pemantauan harga secara berkala bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan garda terdepan dalam mendeteksi dini gejolak pasar.
"Pemantauan harga kami lakukan secara rutin di seluruh kabupaten dan kota. Hasilnya menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil langkah cepat apabila terjadi lonjakan harga maupun gangguan pasokan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).
Pria yang akrab disapa Gia ini menambahkan, sejumlah komoditas mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan sehingga diharapkan dapat sedikit meringankan beban belanja masyarakat.
Cabai dan Bawang Jadi Biang KerokBerbicara soal harga cabai memang tidak ada habisnya. Cabai rawit lokal tercatat menembus angka Rp125.000 per kilogram di Kabupaten Hulu Sungai Utara, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp80.000 per kilogram di Kabupaten Tanah Bumbu.
Baca Juga
- Kisah Juniarto, 6 Tahun Memperkenalkan Kuliner Dayak Kalimantan Barat ke Nusantara
- 15 RUU Tentang Kalimantan Barat, Tengah, Selatan Disetujui Jadi Usul DPR RI
- Wirausahawan Pangan Kalimantan Selatan Diminta Masuk Ekosistem Digital
Kendati demikian, tidak semua varian cabai mengalami nasib serupa, di mana cabai rawit hijau, cabai rawit taji, dan cabai rawit tiung justru mulai menunjukkan penurunan harga di sejumlah kabupaten.
Bawang merah pun tak mau ketinggalan mengerek harga. Di Kabupaten Tapin, komoditas ini dibanderol hingga Rp55.000 per kilogram, sementara di Kabupaten Barito Kuala harganya jauh lebih bersahabat, yakni Rp32.000 per kilogram.
Selanjutnya, bawang putih mengikuti pola serupa, dengan harga tertinggi Rp45.000 per kilogram di Tapin dan terendah Rp30.000 per kilogram di Kabupaten Banjar.
Gia menyebutkan, telur ayam ras justru membawa angin segar. Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar Rp34.000 per kilogram, sedangkan harga terendah di Kota Banjarmasin hanya Rp26.000 per kilogram.
Kabar baik lain datang dari daging ayam ras. Seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan tercatat sudah berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), dengan harga tertinggi Rp40.000 per kilogram di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala, serta harga terendah Rp22.000 per kilogram di Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Utara.
Tak pelak, Gia menegaskan pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, distributor, serta pelaku usaha demi menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pokok.
"Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membandingkan harga sebelum membeli, mengutamakan kebutuhan pokok, serta mendukung produk lokal. Dengan kerja sama seluruh pihak, kami optimistis stabilitas harga pangan di Kalimantan Selatan dapat terus terjaga," katanya.
Selanjutnya, Dinas Perdagangan juga mendorong masyarakat untuk turut memantau perkembangan harga secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.
Adapun, dia menuturkan bahwa komitmen menjaga stabilitas harga ini sejalan dengan arahan pucuk pimpinan provinsi.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah arahan Gubernur Muhidin berkomitmen menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi bahan pokok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar," pungkasnya.






Komentar (0)