AI Jadi Perhatian Baru The Fed, Kevin Warsh Soroti Dampaknya bagi Inflasi

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mulai menempatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai salah satu perhatian utama dalam perumusan kebijakan moneter Amerika Serikat. Pesatnya investasi AI dinilai berpotensi mengubah produktivitas, pasar tenaga kerja, hingga dinamika inflasi yang menjadi mandat utama bank sentral.

Dalam pidato penyampaian laporan kebijakan moneter semesteran di hadapan Kongres AS, Warsh mengatakan investasi AI kini menjadi pendorong utama belanja modal dunia usaha di Amerika Serikat. Pembangunan pusat data serta meningkatnya kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak AI mendorong lonjakan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut Warsh, investasi peralatan secara keseluruhan tumbuh sekitar 8% dalam periode empat kuartal hingga kuartal I 2026. Di dalamnya, belanja teknologi tinggi melonjak hampir 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kami belum mengetahui sejauh mana perekonomian akan memperoleh manfaat dari pembangunan AI. Namun, yang sekarang disebut investasi AI pada akhirnya hanya akan disebut sebagai investasi," ujarnya, dikutip Rabu (15/7/2026).

Warsh mengatakan perkembangan AI tidak hanya membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga dan pasar tenaga kerja.

Karena itu, Federal Reserve membentuk gugus tugas khusus yang akan mengkaji dampak teknologi AI terhadap produktivitas nasional, penciptaan lapangan kerja, serta implikasinya terhadap pelaksanaan mandat bank sentral.

Baca Juga

  • Di Hadapan Kongres AS, Kevin Warsh Janji Ubah Arah Kebijakan The Fed
  • The Fed Bentuk 5 Gugus Tugas
  • Pasar Tenaga Kerja AS Melambat, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Surut

Menurut dia, investasi AI yang berlangsung dalam skala besar berpotensi menciptakan perubahan struktural yang berbeda dibandingkan gelombang kemajuan teknologi sebelumnya.

"Kami telah mengalami berbagai kemajuan teknologi sepanjang hidup kami. Namun, melihat besarnya investasi yang terjadi saat ini serta potensi perubahan dalam cara dan kecepatan inovasi, kami mungkin sedang menghadapi perubahan dalam skala yang berbeda," katanya.

Gugus tugas tersebut akan memetakan perkembangan teknologi serbaguna (general-purpose technologies), termasuk AI, untuk memahami dampaknya terhadap kapasitas produksi Amerika Serikat dan kondisi tenaga kerja.

Warsh mengatakan kajian tersebut diperlukan agar Federal Reserve mampu merumuskan kebijakan moneter berdasarkan perubahan struktur ekonomi yang sedang berlangsung.

Selain membentuk gugus tugas AI, The Fed juga membentuk empat gugus tugas lain yang akan mengevaluasi komunikasi bank sentral, kebijakan neraca, metodologi data ekonomi, serta kerangka pengendalian inflasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan Warsh pada awal masa kepemimpinannya untuk memperkuat efektivitas kebijakan moneter setelah periode inflasi tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami memantau implikasi perkembangan ini terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja," ujar Warsh.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Cabai Rawit Rp58.400/kg, Telur Ayam Rp29.000/kg pada Rabu Pagi
• 7 jam lalu
0
thumb
Serapan gabah petani Bulog Sumut tembus 50 persen dari target 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Prekuel The Conjuring Resmi Digarap, Ini Pemeran Ed dan Lorraine Warren Muda
• 4 jam lalu
0
thumb
Alat Canggih ini Digunakan untuk Cegah Kebakaran di TPA Jatiwaringin
• 20 jam lalu
0
thumb
Kronologi Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitanya di Sekolah, Pelaku Nekat Belajar dari Internet Gegara Jadi Korban Bullying
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.