Piala Dunia 2026: Tuchel Pertimbangkan Pengawalan Khusus untuk Lionel Messi

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Thomas Tuchel pelatih tim nasional Inggris mengungkapkan sempat mempertimbangkan strategi pengawalan ketat secara individu terhadap Lionel Messi saat menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026.

Menurutnya, bintang Argentina itu memiliki kemampuan membaca permainan yang membuatnya sangat sulit dihentikan.

Inggris akan berhadapan dengan Argentina di Atlanta pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Pemenang pertandingan tersebut akan menantang Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Menjelang laga penting itu, Tuchel mengakui ide menerapkan man-marking terhadap Messi sempat muncul dalam pembahasan tim pelatih.

“Saya sempat memikirkan apakah kami akan menerapkan pengawalan ketat ala lama (old school man-marking) kepada Messi. Saya belum yakin apakah ide itu akan benar-benar kami gunakan, tetapi hal tersebut sempat terlintas di pikiran,” kata Tuchel.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan seluruh tim sudah memahami area permainan yang biasa ditempati Messi. Namun, kecerdasan sang kapten Argentina membuatnya mampu menemukan ruang meski lawan sudah menutup jalur yang diperkirakan.

“Semua orang tahu ruang-ruang yang ingin ia tempati. Namun, rasanya dia melihat situasi lebih cepat daripada pemain lain di lapangan,” ujarnya dilansir dari ESPN.

Messi menjadi ancaman utama Argentina sepanjang Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 39 tahun itu telah mencetak delapan gol dan menyumbang dua assist.

Torehan tersebut membuatnya memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen bersama Kylian Mbappe, sekaligus mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 21 gol.

Tuchel menilai keistimewaan Messi tidak hanya terletak pada penyelesaian akhir, tetapi juga kemampuannya menciptakan solusi baru ketika lawan berhasil membaca pola permainan Argentina.

“Bola selalu seolah jatuh ke arahnya. Dia menemukan celah, menciptakan ruang untuk kaki kirinya, lalu mengeksekusi peluang dengan kualitas tertinggi. Kami tentu menemukan beberapa pola permainan Argentina, tetapi jika kami menutup pola itu, dia akan menemukan pola baru atau bahkan menciptakannya sendiri. Itulah kekuatan terbesarnya,” tutur Tuchel.

Ia menambahkan, menghadapi Argentina sebagai juara bertahan dunia dan Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa menjadi tantangan istimewa bagi Inggris.

“Sangat spesial menghadapi juara bertahan, sangat spesial melawan Leo Messi dan timnya. Bermain untuk Inggris menghadapi Argentina juga merupakan pertandingan besar dalam segala aspek,” katanya. (saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mendagri Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa: Kalau Salah, Ada Pidana
• 10 jam lalu
0
thumb
Vietnam sudah Menang 3 Kali, Timnas Indonesia Malah Adem Ayem Tanpa Uji Coba Jelang Piala AFF 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Alibi Negara di Balik UU Konsumen yang Basi
• 15 jam lalu
0
thumb
Politik kemarin, undangan Iran buat Prabowo hingga RUU Perampasan Aset
• 7 jam lalu
0
thumb
Pesona Yuna ITZY Jadi Aktris Pendatang Baru di Drakor My Bias, My Boss
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.