Kemnaker modernisasi pelatihan untuk perkuat layanan ketenagakerjaan

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperbarui pola pelatihan pembentukan pejabat fungsional ketenagakerjaan guna memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui kurikulum berbasis kompetensi (competency-based training), pelatihan kini dirancang lebih adaptif, efektif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja untuk menghasilkan aparatur yang semakin profesional dalam memberikan layanan ketenagakerjaan.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan transformasi pola pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan pejabat fungsional ketenagakerjaan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan publik dan perkembangan dunia kerja.

Pejabat fungsional ketenagakerjaan yang itu meliputi Pengawas Ketenagakerjaan, Instruktur, Mediator Hubungan Industrial, Pengantar Kerja, dan Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"Pejabat fungsional ketenagakerjaan merupakan garda terdepan pelayanan masyarakat. Kualitas pelayanan di bidang pengawasan, mediasi hubungan industrial, penempatan kerja, pelatihan vokasi, hingga pembinaan K3 sangat ditentukan oleh kompetensi mereka," ujar Cris.

Melalui pola baru ini, Kemnaker menerapkan metode Massive Open Online Course (MOOC), yaitu pembelajaran daring yang memungkinkan peserta mempelajari materi konseptual secara mandiri.

Sementara itu, pembelajaran tatap muka difokuskan pada praktik, studi kasus, simulasi, dan penguatan kompetensi.

"Proses belajar juga diperkuat melalui on the job training atau pembelajaran langsung di unit kerja masing-masing agar kompetensi yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas," katanya.

Cris menegaskan perubahan durasi pelatihan tidak akan menurunkan standar kompetensi. Sebaliknya, pendekatan baru ini dirancang agar proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien, sekaligus menghasilkan aparatur yang siap memberikan pelayanan publik.

Transformasi tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan Kemnaker Corporate University sebagai sistem pembelajaran untuk pengembangan kompetensi pegawai.

Langkah tersebut ia sebut penting untuk menjawab tingginya kebutuhan peningkatan kompetensi, yang tercermin dari sekitar 2.600 usulan calon peserta pelatihan dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Pelatihan kini bukan lagi sekadar kegiatan di ruang kelas, melainkan pembelajaran berkelanjutan yang terintegrasi dengan lingkungan kerja. Keberhasilannya bergantung pada komitmen peserta, dukungan pimpinan, serta peran mentor dalam mendampingi peserta," ujar Cris.

Baca juga: Kemnaker: Registrasi mitra penyelenggara MagangHub ditutup hari ini

Baca juga: Kemnaker gencarkan pengembangan tempat kerja ramah keluarga

Baca juga: Menaker Yassierli bahas pengembangan keterampilan pada LEMM BRICS


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Atasi Krisis Penerangan Jalan, Daerah Didorong Pakai Skema BTS
• 16 jam lalu
0
thumb
Penasihat Presiden Klaim BPJS Ketenagakerjaan Dukung Pajak JHT Jadi 0%
• 6 jam lalu
0
thumb
Netanyahu Klaim Ada Negara Diam-Diam Ingin Jadi Mitra Israel: Normalisasi Hubungan di Depan Mata
• 10 jam lalu
0
thumb
FBI dan Secret Service AS Cek Dolar Sitaan Kasus Eks Jampidsus Febrie
• 23 jam lalu
0
thumb
KPK Jelaskan Tak Terlibat dalam Tiga Perkara Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.