Washington: Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menghentikan praktik penghentian kendaraan yang sedang bergerak untuk menangkap imigran usai terjadinya dua insiden penembakan fatal dalam rentang waktu sekitar sepekan di negara bagian Texas dan Maine.
Laporan tersebut diungkapkan oleh The Wall Street Journal pada Selasa, 14 Juli 2026, dengan mengutip sejumlah pejabat ICE saat ini maupun mantan pejabat lembaga tersebut.
Menurut laporan itu, pimpinan ICE telah menginstruksikan para petugas untuk menghentikan praktik menghentikan kendaraan yang sedang digunakan guna melakukan penangkapan maupun menginterogasi penumpang di dalamnya.
Metode tersebut sebelumnya disebut menjadi salah satu strategi utama untuk membantu memenuhi target harian penangkapan yang ditetapkan pemerintah.
Kebijakan baru tersebut muncul sehari setelah seorang petugas federal menembak mati seorang pria berusia 26 tahun di Biddeford, negara bagian Maine, saat menjalankan operasi yang berkaitan dengan perintah deportasi.
Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) sebelumnya menyatakan bahwa petugas melepaskan tembakan karena merasa terdapat ancaman terhadap keselamatan publik ketika kendaraan tersebut berusaha melarikan diri.
Sekitar sepekan sebelumnya, seorang pria lainnya juga tewas dalam operasi serupa yang dilakukan di Houston, Texas. ICE Akan Gunakan Kamera Tubuh Juru bicara ICE menolak mengonfirmasi secara rinci perubahan kebijakan tersebut, namun menegaskan bahwa lembaganya secara rutin mengevaluasi prosedur operasional yang diterapkan di lapangan.
"Kami selalu mengevaluasi prosedur kami untuk menjaga keselamatan petugas dan memastikan para pelaku kejahatan tidak berada di jalanan," kata juru bicara ICE.
Laporan Wall Street Journal juga menyebutkan bahwa ICE akan mewajibkan penggunaan kamera tubuh (body camera) bagi seluruh tim yang terlibat dalam operasi penangkapan.
Selain itu, lembaga tersebut berencana memperbarui pelatihan deeskalasi bagi petugas untuk mengurangi risiko penggunaan kekerasan selama operasi penegakan hukum berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya sorotan terhadap metode penegakan imigrasi di Amerika Serikat setelah dua insiden penembakan fatal yang melibatkan petugas federal dalam waktu berdekatan.
Kasus terbaru di Maine dan Texas memicu kritik dari kelompok advokasi imigran serta seruan dari sejumlah anggota parlemen agar dilakukan investigasi yang transparan dan independen terhadap tindakan aparat penegak hukum federal.
Baca juga: ICE Tembak Mati Pria Kolombia saat Operasi Penegakan Imigrasi di Maine





Komentar (0)