Terungkap, Motif Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitan, Polisi Ceritakan Kronologi hingga Jaringan Teror

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Padang, tvOnenews.com - Usai insiden ledakan SMAN 72 Jakarta, hingga teror bom di SD Kawasan Jakarta Selatan. Kini, menjadi sorotan insiden ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat.

Rentetan insiden ini begitu menyedot perhatian hingga komemtar publik. Bahkan menuai pertanyaan publik terkait jaringan teror hingga motif ledakan di MAN 3 Padang tersebut.

Baru-baru ini, Polda Sumatera Barat (Polda Sumbar) mengungkap motif di balik ledakan diduga bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) yang terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026).

Untuk diketahui, terduga pelaku merupakan seorang siswa kelas XII berinisial L yang diduga nekat merakit dan meledakkan bom karena mengalami tekanan psikologis akibat sering menjadi korban perundungan atau bullying.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB itu menggemparkan warga sekolah dan masyarakat di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. 

Namun, dari insiden itu, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Susmelawati Rosya jelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut tidak berkaitan dengan jaringan terorisme, melainkan dipicu persoalan psikologis yang dialami pelaku.

"Benar terjadi ledakan tersebut. Pelakunya seorang siswa kelas XII MAN. Ini dipicu oleh masalah psikologis yang mendalam karena sering menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman-teman sekelasnya," cerita Susmelawati kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Kata dia, pelaku mengaku telah mengalami perundungan sejak duduk di kelas XI di MAN 3 Padang. Bahkan, dari hasil interogasi awal, pelaku juga mengaku pernah mengalami perlakuan serupa sejak kecil.

"Jadi dia mengaku sudah menerima pembullyan ini sejak di kelas XI, selain itu juga mendapat perlakuan yang sama sejak kecil, orangnya berbeda," ucapnya.

Susmelawati menjelaskan, pelaku mempelajari cara merakit bom secara mandiri melalui internet. Bom berdaya ledak rendah itu kemudian diletakkan di bawah meja di area kelas saat jam istirahat dengan dugaan target teman-teman yang selama ini merundungnya.

"Anak ini merasa sering menjadi objek bullying. Jadi dia mengambil jalan pintas dengan merakit bom berskala kecil atau low explosive. Cara merakitnya dipelajari secara mandiri melalui internet," ujarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Satpel SDA Tanah Abang sebut lokasi belum steril jadi kendala normalisasi saluran
• 16 jam lalu
0
thumb
Anak Usaha KIJA Bidik Marketing Sales Rp1,8 T, Ini Deretan Proyeknya
• 20 jam lalu
0
thumb
Gus Yahya Mencalonkan Diri sebagai Ketum PBNU Lagi, Ini Alasannya
• 1 jam lalu
0
thumb
OJK Akui Pertukaran Data Antar-Lembaga Belum Real Time, Jadi Celah Pelaku Judol Pindahkan Dana
• 2 jam lalu
0
thumb
Rekomendasi Warna Rambut Timeless
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.