Anak Usaha KIJA Bidik Marketing Sales Rp1,8 T, Ini Deretan Proyeknya

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jababeka Tbk. (KIJA) lewat anak usahanya, PT Graha Buana Cikarang, membidik target marketing sales senilai Rp1,8 triliun dari sejumlah proyek pergudangan hingga residensial.

Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini akan penjualan lahan industri, pengembangan proyek gudang multiguna Jababeka Bizpark serta ekspansi residensial baru di Cikarang guna mengejar target tersebut.

Dia melanjutkan perseroan saat ini tengah mengembangkan Jababeka IX, yang merupakan fase terakhir pengembangan kawasan industri Jababeka. Kawasan tersebut akan difokuskan untuk kebutuhan manufaktur, pergudangan, hingga industri penunjang lainnya.

"Kami saat ini sedang mengembangkan Jababeka IX. Itu merupakan fase terakhir kawasan industri kami," ujarnya dikutip, Senin (13/7/2026).

Selain kawasan industri, perseroan juga mengandalkan proyek Jababeka BizPark yakni bangunan gudang multiguna yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari gudang logistik, studio live commerce, kantor, restoran, hingga ruang usaha lainnya.

Menurutnya, konsep tersebut dikembangkan untuk menjawab perubahan pola bisnis seiring pesatnya pertumbuhan e-commerce dan live shopping.

Baca Juga

  • Anak Usaha KIJA Raih Pinjaman Rp1,2 Triliun untuk Ekspansi Kendal Industrial Park
  • Bank Mandiri (BMRI) Kucurkan Kredit ke Jababeka (KIJA) untuk Refinancing
  • Jababeka (KIJA) Raup Marketing Sales Rp540 Miliar per Kuartal I/2026, Genjot Segmen Logistik

Dari sisi pemasaran, Ivonne menyebut proyek BizPark mendapat respons positif. Sejak diluncurkan, sebanyak sekitar 270 unit telah terjual dengan kisaran harga Rp1,65 miliar hingga Rp2,5 miliar per unit.

Meski nilai tukar rupiah masih bergejolak, Nancy menilai kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap permintaan properti industri di kawasan Jababeka.

"Memang secara umum orang lebih berhati-hati mengeluarkan uang ketika rupiah melemah. Tetapi perusahaan yang memang membutuhkan ekspansi tetap melakukan pembelian. Sampai saat ini penjualan masih relatif stabil," katanya.

Dia menambahkan, bisnis kawasan industri Jababeka juga ditopang oleh pendapatan berulang atau recurring income dari bisnis infrastruktur sehingga memberikan ketahanan di tengah kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi.

Ke depan, perseroan juga akan melanjutkan pengembangan proyek bersama mitra asal Jepang, termasuk sektor hunian yang telah bekerja sama dengan Mitsui. Selain itu, Jababeka juga menyiapkan pengembangan lanjutan di kawasan Jababeka Cikarang, termasuk pembangunan Jababeka Factory Outlet.

Dia juga menyebut investor asal China masih menjadi kontributor terbesar bagi investasi yang masuk ke kawasan industri Jababeka di Cikarang.

"Kami juga terus memperluas kerja sama dengan investor Jepang melalui berbagai kegiatan promosi kawasan. Namun saat ini, investor yang paling banyak masuk masih berasal dari China," ujarnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Calon Ketua DPD Demokrat Aceh Targetkan 2 Kursi DPR RI 2029
• 2 jam lalu
0
thumb
Penyidik Kortas Tipikor Datangi Kejagung Bawa Koper Bertuliskan "BAP dan Mindik"
• 1 jam lalu
0
thumb
Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Upload Foto Anak di Hari Pertama Sekolah
• 21 jam lalu
0
thumb
PSEL Bali Mulai Dibangun, Tampung 1.500 Ton Sampah Tiap Hari di 2027
• 14 jam lalu
0
thumb
Truk Crane Nyangkut di JPO Jalan Kapten Tendean Jaksel, Lalu Lintas Padat
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.