7 Kalimat yang Sebaiknya Diucapkan Orang Tua agar Anak Percaya Diri di Sekolah

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Hari pertama sekolah sering kali menjadi momen yang penuh emosi, baik bagi anak maupun orang tua. Ada anak yang langsung bersemangat, tetapi tak sedikit pula yang merasa takut, cemas, atau bahkan menangis karena bertemu lingkungan baru atau saat harus berpisah dengan orang tuanya.

Di momen seperti ini, kalimat yang diucapkan orang tua ternyata memiliki peran penting. Psikolog Pendidikan, Madeline Jessica, M.Psi., Psikolog, menjelaskan, anak membutuhkan rasa aman secara emosional agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Ketika orang tua mampu memvalidasi perasaan anak dan memberikan dukungan yang tepat, kepercayaan diri anak pun akan tumbuh secara bertahap.

Lalu, kalimat seperti apa yang sebaiknya diucapkan kepada anak saat mulai bersekolah?

7 Kalimat yang Bisa Ibu Ucapkan saat Anak Pertama Kali Masuk Sekolah

Psikolog pendidikan, Madeline Jessica, M.Psi, Psikolog, merekomendasikan beberapa kalimat yang bisa ibu ucapkan saat anak pertama kali sekolah, agar si kecil lebih percaya diri.

1. Validasi rasa takut anak

Daripada berkata, "Ayo jangan takut! Masa sekolah aja takut?", cobalah mengatakan, "Kalau kamu merasa takut atau deg-degan, nggak apa-apa. Ibu percaya kamu bisa mencoba pelan-pelan."

Menurut Madeline, anak perlu merasa bahwa emosinya dikenali dan diterima. Saat rasa takutnya divalidasi, ia akan lebih mudah memahami sekaligus belajar mengelola emosinya.

2. Jangan melarang anak menangis

Kalimat seperti, "Kamu harus berani, ya! Jangan nangis!" sebaiknya diganti dengan, "Kalau hari ini terasa berat dan kamu mau menangis, nggak apa-apa. Ibu tetap ada dan nanti kita cerita bersama, ya."

Keberanian tidak muncul karena anak dipaksa berhenti menangis. Sebaliknya, rasa berani tumbuh ketika anak tahu ia selalu memiliki tempat yang aman untuk kembali.

3. Hindari membandingkan anak dengan teman

Daripada mengatakan, "Lihat tuh, teman kamu aja berani," lebih baik ucapkan, "Setiap anak punya waktu dan cara sendiri untuk beradaptasi. Ibu percaya sama proses kamu."

Membandingkan anak dengan orang lain justru dapat membuatnya merasa kurang percaya diri. Fokuskan perhatian pada perkembangan anak dibandingkan pencapaian teman-temannya.

4. Hargai proses belajar, bukan hanya hasil

Kalimat, "Nanti harus pintar dan dapat nilai bagus, ya!" sebaiknya diganti menjadi, "Hari ini nggak harus langsung bisa semuanya. Yang penting kamu mau belajar dan mencoba."

Pesan seperti ini membantu anak memahami bahwa kemampuan berkembang melalui latihan, pengalaman, dan proses belajar yang konsisten.

5. Ajarkan anak bahwa meminta bantuan adalah hal yang wajar

Alih-alih berkata, "Nanti jangan bikin Ibu malu, ya. Harus nurut sama guru," cobalah mengatakan, "Kalau ada yang kamu belum mengerti atau membuat kamu nggak nyaman, kamu boleh bertanya, minta bantuan, dan cerita ke guru atau Ibu."

Anak perlu mengetahui bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan keterampilan penting untuk menghadapi tantangan.

6. Beri ruang bagi semua emosi anak

Kalimat, "Pokoknya hari ini harus happy, ya!" bisa diganti menjadi, "Hari ini mungkin ada yang seru, mungkin juga ada yang bikin nggak nyaman. Apa pun ceritanya, Ibu siap dengar."

Dengan begitu, anak belajar bahwa semua emosi senang, sedih, takut, maupun kecewa adalah hal yang normal dan boleh dirasakan.

7. Tidak harus langsung punya banyak teman

Daripada mengatakan, "Kamu harus punya banyak teman, ya, di sekolah," lebih baik ucapkan, "Kamu nggak harus langsung punya banyak teman. Coba kenalan dan mulai dari satu teman dulu, ya."

Setiap anak memiliki waktu yang berbeda untuk membangun hubungan sosial. Yang terpenting bukan jumlah teman, melainkan kualitas hubungan dan rasa diterima di lingkungan barunya.

Madeline menekankan bahwa pada akhirnya bukan tentang menemukan kalimat yang paling sempurna untuk diucapkan kepada anak.

“Yang lebih penting adalah membuat anak merasa emosinya diterima, keberaniannya tumbuh tanpa dipaksa, setiap usahanya dihargai, dan ia selalu memiliki tempat yang aman untuk kembali. When children feel safe, they find their brave," tutup Madeline pada kumparanMOM, Senin (13/7).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menhub Dudy sebut Saudi jajaki investasi bidang transportasi kelautan
• 13 jam lalu
0
thumb
Hearts2Hearts Persembahkan Lemon Tang Club Mission di Dua Lokasi Ikonik Jakarta
• 23 jam lalu
0
thumb
Saham SpaceX Terus Anjlok dan Dekati Harga IPO, Uji Starship Dinilai Jadi Penentu Arah
• 2 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Tolak Seluruh Dalil Roy Suryo, Klaim Miliki Tiga Alat Bukti Sah | KOMPAS PETANG
• 21 jam lalu
0
thumb
Empat Orang Terluka dalam Serangan AS di Kota Omidiyeh Iran
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.