JAKARTA, KOMPAS.com - HRD PT Blueray Cargo, Viny Liverie Lie, mengaku isi percakapannya dengan asisten pribadi pemilik Blueray Cargo Group, John Field, yakni Yohanes Setiawan, yang disertai tulisan "wkwk" merupakan bentuk candaan terkait dugaan permintaan uang dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Pengakuan itu disampaikan Viny saat bersaksi dalam sidang dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat tiga pejabat DJBC Kementerian Keuangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Kesaksian HRD Blueray Cargo: John Field Perintahkan Siapkan 13 Amplop Uang untuk Bea Cukai Tiap Bulan
Awalnya, Jaksa Penuntut Umum dari KPK Muhammad Takdir Suhan menyinggung percakapan WhatsApp antara Viny dan Yohanes yang memuat pembahasan mengenai "BC Pusat" disertai tulisan "Wk-wk".
"Tadi ada nih komunikasi yang 'Wk-wk' di belakangnya dengan Pak Yohanes. Dan di situ juga tadi kaitan dengan BC Pusat. Baik. Dan di situ juga saksi memahami minta uang lagi, ada ya tadi ya kalau disimak ya?" tanya jaksa.
"Iya, itu hanya anggapan saya saja," jawab Viny.
Jaksa kemudian mendalami maksud "anggapan" yang disampaikan saksi.
"Kenapa?" tanya jaksa.
"Hanya anggapan saya, saya bercanda dengan Yohanes," ujar Viny.
Baca juga: Kode Rahasia Terungkap, HRD Blueray Cargo Diminta Siapkan Uang untuk Pejabat Bea Cukai
Jaksa lalu menegaskan bahwa anggapan tersebut muncul karena didasarkan pada pengalaman yang dialami saksi.
"Nah, muncul anggapan, izin Majelis, muncul anggapan karena ada kejadian yang saksi alami, begitukah?" tanya jaksa.
"Pak John pernah menyampaikan sih," jawab Viny.
Jaksa kembali menggali alasan Viny mengaitkan pembahasan mengenai Bea Cukai dengan penyiapan uang.
"Apa yang membuat saksi jadi bisa paham BC ini selalu identik?" tanya jaksa.
Komentar (0)