Washington: Seorang pria tewas ditembak oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) saat operasi penegakan hukum imigrasi di Biddeford, negara bagian Maine, pada Senin pagi, 13 Juli 2026.
Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 07.00 waktu setempat ketika petugas ICE melakukan pengawasan di alamat terakhir seorang imigran tidak berdokumen yang telah menerima perintah deportasi final.
Menurut DHS, pria tersebut meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan dan petugas ICE kemudian berupaya melakukan penghentian kendaraan.
"Petugas penegak hukum ICE mencoba melakukan penghentian kendaraan. Kendaraan tersebut berusaha melarikan diri dari lokasi dan, karena khawatir terhadap keselamatan publik, seorang petugas melepaskan tembakan," kata DHS dalam pernyataannya yang dikutip Anadolu Agency, Selasa, 14 Juli 2026.
DHS menyebut pengemudi kendaraan terkena tembakan dan layanan darurat segera dipanggil ke lokasi kejadian.
"Pengemudi kendaraan terkena tembakan dan layanan darurat segera dihubungi. Ia kemudian meninggal dunia akibat luka-lukanya," lanjut pernyataan tersebut.
Otoritas mengatakan Departemen Kepolisian Biddeford dan Biro Investigasi Federal (FBI) langsung merespons insiden tersebut.
Kantor Inspektur Jenderal DHS juga telah diberitahu dan akan melakukan investigasi sesuai prosedur yang berlaku terhadap setiap penggunaan senjata api oleh petugas federal.
Sejumlah organisasi advokasi imigran mengidentifikasi korban sebagai seorang pria berkebangsaan Kolombia berusia 26 tahun dan mengecam keras insiden penembakan tersebut.
Koalisi Hak-Hak Imigran Maine dan organisasi Presente! Maine mengatakan mereka merasa terpukul dan marah atas kematian korban.
"Seorang pria berusia 26 tahun datang ke Maine untuk hidup dan bekerja, dan kini keluarganya berduka setelah insiden yang melibatkan ICE. Ini sangat menyedihkan, memicu kemarahan, dan tidak dapat diterima," kata kedua organisasi tersebut dalam pernyataan bersama. Penyelidikan Penuh Mereka menuntut adanya penjelasan yang transparan mengenai kronologi kejadian serta pertanggungjawaban dari pihak berwenang.
Insiden tersebut juga memicu seruan lintas partai dari para anggota parlemen Maine agar dilakukan penyelidikan independen dan terbuka.
Senator Angus King mengatakan peristiwa itu menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Ia mengaku telah meminta Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, untuk memastikan investigasi menyeluruh dilakukan.
"Saya meminta Menteri DHS Mullin untuk meluncurkan penyelidikan yang penuh, adil, dan transparan, dan saya akan memastikan komitmen itu dipenuhi," kata King.
Senator Susan Collins juga menyerukan penyelidikan yang penuh dan tidak memihak terhadap insiden tersebut.
Menurut Collins, kepolisian Biddeford telah mengamankan lokasi kejadian sementara FBI memimpin proses investigasi. Ia menambahkan bahwa kantor Inspektur Jenderal DHS di Boston telah mengambil alih penyelidikan dengan dukungan FBI.
Penembakan fatal di Maine terjadi kurang dari sepekan setelah insiden serupa di Texas, ketika seorang pria bernama Lorenzo Salgado Araujo juga tewas dalam operasi penegakan hukum yang melibatkan ICE.
Baca juga: Agen Imigrasi AS Tembak Terduga Anggota Geng di Jalan Raya California





Komentar (0)