Buka Rapat Paripurna, Pimpinan DPR Sampaikan Duka atas Wafatnya Rachmat Gobel

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Anggota DPR Komisi VI fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel.

Bela sungkawa disampaikan saat Rapat Paripurna DPR RI ke-25 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Selasa (14/7/2026).

"Pada kesempatan ini kami atas nama pimpinan DPR RI dan seluruh anggota DPR RI menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya saudara Haji Rachmat Gobel, A-427, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, daerah pemilihan Gorontalo," katanya.

Sari meminta kepada anggota parlemen maupun masyarakat untuk mendoakan mendiang Rachmat Gobel agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dia juga berharap agar keluarga maupun pihak yang ditinggalkan diberikan ketabahan 

"Marilah kita mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala dan kepada segenap keluarga yang ditinggalkan semoga senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin ya Rabbal alamin," ucapnya.

Di sisi lain, dalam rapat kali ini mendengarkan tanggapan dari pemerintah terhadap pandangan fraksi atas Rancangan Undang-undang (RUU) Tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025

Menteri Keuangan, Purbaya selaku perwakilan pemerintah mengatakan seluruh pandangan fraksi menjadi masukkan untuk mengelola keuangan di masa depan.

"Seluruh tanggapan tersebut menjadi bahan masukan yang sangat berguna dalam peningkatan pengelolaan keuangan negara di masa depan," ujarnya.

Purbaya menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan akibat fragmentasi perdagangan dan meningkatnya tensi geopolitik global. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu arus logistik, tetapi juga mengubah paradigma kerja sama ekonomi multilateral, sehingga meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi, menekan pasar keuangan, memperlambat investasi, serta mengganggu rantai pasok global.

Meski demikian, di tengah gejolak tersebut, perekonomian Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat sebesar 5,11%, yang mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang tetap tangguh menghadapi dinamika global. 

"Namun, kita patut bersyukur di tengah gejolak global tersebut, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga, yang tercermin dalam beberapa indikator utama ekonomi pada tahun 2025 tumbuh 5,11%," jelasnya.

Pertumbuhan tersebut, kata dia, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,91% serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 5,09%, menandakan aktivitas ekonomi domestik yang terus bergerak positif.

Di sisi lain, tingkat inflasi berhasil dijaga pada level 2,92%, masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan pemerintah. Capaian ini disebut mencerminkan efektivitas bauran kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, memastikan pasokan dan kelancaran distribusi barang, serta memperkuat koordinasi dengan otoritas moneter dan pemerintah daerah.

Pemerintah juga menilai ketahanan ekonomi domestik tidak terlepas dari optimalnya peran APBN sebagai shock absorber yang melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan nasional. Kebijakan tersebut sejalan dengan arah fiskal 2025 yang ditempuh secara ekspansif, namun tetap menjaga defisit anggaran dalam batas yang aman.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ilusi Waktu: Mengapa 10 Video TikTok Terasa Lebih Singkat dari 1 Video YouTube?
• 7 jam lalu
0
thumb
PLN EPI Hemat Emisi 710 Kg CO₂e Lewat EPI Clean Energy Day, Begini Caranya
• 27 menit lalu
0
thumb
Teknologi REEV Mengentaskan Range Anxiety di Changan Deepal S05
• 3 jam lalu
0
thumb
Kejagung Resmi Setop Pengumpulan Data Program MBG Oleh Seluruh Kejati di Indonesia, Ini Alasannya
• 13 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Uji Kadar Emas Hasil Sitaan Kasus Febrie Adriansyah
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.