HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA – Siapa sangka, hari pertama masuk sekolah di SIT Alif Cendekia Gowa berubah menjadi momen yang mengundang tawa sekaligus haru. Halaman sekolah dipenuhi sosok polisi, tentara, jaksa, dokter, pilot, guru, atlet, dan berbagai profesi lainnya.
Bukan sedang ada operasi gabungan ataupun kunjungan resmi. Mereka adalah anak-anak yang datang dengan penuh semangat mengenakan kostum profesi impian masing-masing dalam rangka kegiatan MPLS.
Ada polisi kecil yang masih malu-malu, dokter mungil yang sibuk tersenyum kepada teman-temannya, pilot cilik yang tak berhenti melambaikan tangan, hingga jaksa kecil yang tampil percaya diri di hadapan guru dan orang tua.
Dean Herdesviana S. E., MM selaku Ketua Yayasan yang memiliki Latar Belakang Entertainment, seorang Pemain Sinetron Tukang Bubur Naik Haji, Orang ke 3, Dari Jendela SMP dan Pintu Berkah memang Sangat Kreatif dan tidak kehabisan Ide…
Suasana hangat itu menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengenalkan ruang kelas, tetapi juga menanamkan harapan dan keberanian untuk bermimpi.
Sisi lain Ketua Forsil (Forum Komunikasi Sekolah Alif Cendekia “Zilqiah Angraini SH”
ummu Zayyidan & Zahin kelas 6A 6B
Sangat MengApresiasi sekali kegiatan MPLS Ramah ini, Anak-anak diajak bermimpi dan mengenal bahwa mereka bisa menjadi apa saja yang mereka cita-citakan.
Anak-anak datang ke sekolah menggunakan kostum profesi cita2 mereka , Ada yang menjadi dokter, guru, polisi, pilot, pengusaha, ilmuwan, hingga penghafal Al-Qur’an, CEO, Cheff dll…
Mereka upacara, senam dan menari bergembira bersama lalu ceremonialnya terasa banget hangat dan ceria ananda2 disambut di sekolah dengan pengurus ACG dan jajarannya yang baru juga..
Tapi Yang paling indah, mereka belajar bahwa setiap cita-cita adalah mulia jika diniatkan untuk beribadah kepada Allah dan memberi manfaat bagi sesama
Semoga kegiatan bertema “Aku Bisa Jadi Apa Saja” menjadi langkah awal menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian bermimpi, dan semangat belajar pada setiap ananda di ACG
Terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendampingi dengan penuh kesabaran, serta Ayah dan Bunda yang terus menjadi penyemangat terbaik dari rumah.
Karena setiap anak memiliki potensi yang unik, tugas kita bukan membandingkan mereka, tetapi membersamai mereka menemukan jalan terbaiknya. (uca)






Komentar (0)