PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan rencana pengoperasian empat unit kapal susur sungai sebagai langkah memperkuat sektor pariwisata sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah. Salah satu kawasan yang menjadi fokus pengembangan adalah Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat yang telah dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalimantan Tengah, pemerintah tengah menyusun mekanisme kerja sama dengan pemerintah kabupaten, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), organisasi masyarakat, hingga pihak ketiga agar pengelolaan kapal dapat berjalan profesional dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar Kalteng, Adi Soeseno, mengatakan kapal susur sungai merupakan salah satu aset strategis yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar destinasi.
“Kapal susur sungai merupakan potensi unggulan daerah yang harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Adi, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, organisasi masyarakat, hingga Pokdarwis menjadi faktor penting agar pengelolaan kapal berlangsung efektif dan memberikan manfaat jangka panjang.





Komentar (0)