Militer AS Luncurkan Gelombang Serangan Malam Ketiga ke Wilayah Iran

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Washington: Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan pada Senin, 13 Juli 2026, bahwa pasukan AS telah meluncurkan gelombang serangan ketiga secara berturut-turut terhadap Iran.

Operasi yang membidik infrastruktur militer tersebut dieksekusi atas perintah langsung Panglima Tertinggi guna memperlemah kapabilitas operasional pihak Teheran.

Melalui akun resminya di platform media sosial X, pihak CENTCOM merilis pernyataan resmi mengenai lini masa dimulainya operasi udara tersebut.

"Pada pukul 16.45 waktu timur hari ini, Komando Sentral AS mulai meluncurkan serangan malam ketiga secara berturut-turut terhadap Iran, atas perintah Panglima Tertinggi," tulis pengumuman resmi CENTCOM, seperti dikutip Yeni Safak, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Langkah publikasi tersebut sekaligus menandai babak eskalasi baru dalam kampanye serangan udara yang tengah digulirkan oleh pihak Washington. Pihak komando mengatakan bahwa rangkaian serangan ini ditujukan untuk memberikan konsekuensi kerugian yang besar bagi pasukan militer Iran serta mereduksi kapabilitas operasional mereka.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal adanya upaya berkelanjutan untuk membatasi kemampuan Teheran dalam memproyeksikan kekuatan militernya di kawasan tersebut. Kendati demikian, jajaran pejabat militer AS hingga kini belum mengungkap rincian target spesifik maupun asesmen kerusakan akibat operasi yang sedang berjalan.

Bombardir terbaru yang dimulai pada Senin pukul 16.45 waktu timur ini menandai eskalasi signifikan saat Washington memasuki hari ketiga keterlibatan kinetik langsung terhadap aset militer Iran.

Di sisi lain, pihak Pentagon terpantau masih memilih bungkam mengenai jenis sistem persenjataan spesifik yang dikerahkan serta cakupan geografis dari wilayah yang menjadi target serangan tersebut. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Trump Resmi Beri Tahu Kongres soal Kelanjutan Serangan AS terhadap Iran


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Butuh Rp 1,5 Triliun untuk Infrastruktur di NTT, Dari Mana Anggarannya?
• 32 menit lalu
0
thumb
Soal Kasus Etik Suryani, KPK: Copy Paste dari Bupati Sebelumnya
• 15 jam lalu
0
thumb
Pramono Imbau Warga Jakarta Sampaikan Kondisi Apa Adanya saat Sensus Ekonomi
• 18 jam lalu
0
thumb
Apa itu Zakat Profesi dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
• 13 jam lalu
0
thumb
Istana: Pengunduran Diri Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tak Perlu Keppres
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.