Sidang Khariq Anhar: Kesaksian Penangkapan di Bandara hingga Harapan Bebas Sebelum Wisuda

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus dugaan penghasutan dan manipulasi informasi elektronik atau "timpa teks" yang menjerat Khariq Anhar masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Sidang lanjutan yang digelar pada Senin (13/7/2026) mengungkap sejumlah fakta baru, mulai dari proses penangkapan Khariq yang disebut dilakukan secara represif hingga fakta bahwa dirinya tidak berada di Jakarta saat terjadi kericuhan dalam demo akhir Agustus 2025 lalu.

Penangkapan di Bandara

Proses penangkapan Khariq di Gate 1 Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 29 Agustus 2025 menjadi salah satu sorotan dalam persidangan.

Baca juga: Kondisi Terkini JPO di Tendean Jaksel Usai Ditabrak Truk Pengangkut Ekskavator

Muhammad Abihul Fajar, seorang mahasiswa yang berada di lokasi saat kejadian, mengaku melihat dugaan tindakan represif yang dilakukan sejumlah aparat berpakaian sipil.

"Yang saya lihat waktu itu memang bagaimana upaya dari aparatur yang waktu itu saya lihat nggak pakai seragam, itu menyeret si Khariq dengan paksa, diseret beberapa orang," ujar Fajar dalam kesaksiannya di PN Jakarta Pusat, Senin.

Fajar pun mengaku mendengar teriakan Khariq meminta tolong kepada orang-orang di sekitarnya.

"Saya juga mendengar bagaimana Khariq juga berteriak bahwa dia bukan penjahat, dia adalah pejuang rakyat. Dan itu yang membuat saya tetap teringat sampai saat ini," ucap Fajar.

Diseret dan Dipukuli

Khariq membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengaku sempat menolak dibawa karena aparat yang menangkapnya tidak menunjukkan surat perintah penangkapan.

"Jadi saya langsung meminta tolong sebenarnya ke sekitar kayak, 'Tolong saya bukan penjahat, saya tidak tahu ini kasus saya apa'. Dan waktu itu sebenarnya saya sudah nanya, 'Pak, suratnya mana?' Saya enggak mau dibawa kalau enggak ada surat," kata Khariq.

Namun, menurut Khariq, penolakan itu berujung pada tindakan kekerasan fisik. Ia mengaku dijatuhkan ke aspal dan ditekan dalam posisi tiarap.

Saat dimasukkan ke mobil, Khariq juga mengaku sempat dipukuli oleh sejumlah orang berkepala botak.

Baca juga: Ekskavator yang Tersangkut di JPO Tendean Hendak Dibawa ke Proyek Kejagung

Ia menyebut dirinya bukan langsung diperiksa terkait unggahan "timpa teks", melainkan justru dicecar mengenai sejumlah tokoh demo akhir Agustus lalu yang tidak ia kenal, di antaranya Delpedro Marhaen dan Syahdan.

"Dan belakangan saya kenal mereka (Delpedro dan Sayhdan) itu juga akhirnya berujung dipenjara," kata dia.

Tak Terlibat Kerusuhan

Saksi lainnya, Rigan Diaz, membantah tuduhan bahwa Khariq merupakan dalang pergerakan massa atau provokator kerusuhan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mengatakan, sejak awal gelombang demonstrasi berlangsung, Khariq berada di Bandung, Jawa Barat, untuk mengikuti Musyawarah Nasional Ikatan BEM Pertanian Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Truk Nyangkut di JPO Tendean, Bus Transjakarta Rute 6U, 6W, dan 7Q Terdampak
• 5 jam lalu
0
thumb
Indonesia Bukan Sekadar Penonton Sepak Bola, Luis Figo Ramaikan Pesta Bola HGI 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Dukung Pembangunan Nasional Bersama Danantara, BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia
• 4 jam lalu
0
thumb
Politisi PSI: Kita Mati dan Hidup Sekali Lagi, Belum Tentu Nemu Presiden Seperti Jokowi
• 2 jam lalu
0
thumb
Pakar Hukum Nilai Kasus Febrie Lebih Tepat Diambil Alih KPK
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.