BSSR Siapkan Biaya Eksplorasi Rp2,6 Miliar, Pengeboran Dimulai Kuartal III

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Hingga kuartal II, perseroan belum merealisasikan belanja eksplorasi karena kegiatan pengeboran masih dalam tahap evaluasi operasional.

BSSR Siapkan Biaya Eksplorasi Rp2,6 Miliar, Pengeboran Dimulai Kuartal III (Foto: dok BSSR)

IDXChannel - PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mengalokasikan anggaran eksplorasi sebesar Rp2,6 miliar sepanjang 2026. 

Hingga kuartal II, perseroan belum merealisasikan belanja eksplorasi karena kegiatan pengeboran masih dalam tahap evaluasi operasional.

Baca Juga:
Baramulti (BSSR) Lirik Tambang Batu Bara Baru

Berdasarkan laporan kegiatan eksplorasi Jumat (10/7/2026), aktivitas perseroan difokuskan di Blok Bara 1245 dan Blok Bara 678 yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Manajemen menjelaskan, belum terdapat realisasi biaya eksplorasi pada kuartal II-2026 dari alokasi dana sebesar Rp650 juta. Hal itu karena pengeboran masih menunggu hasil evaluasi kebutuhan operasional penambangan.

Baca Juga:
Baramulti (BSSR) Tetapkan Kurs Acuan Dividen, Cek Nominalnya

Perseroan menargetkan kegiatan pengeboran mulai dilaksanakan pada awal kuartal III-2026. BSSR akan menggunakan metode pengeboran vertikal dengan sistem partly coring serta pengukuran geophysical logging pada setiap titik bor. 

Adapun pola pengeboran yang diterapkan berupa stratigraphy additional drilling dengan jarak antarjalur sekitar 250 hingga 500 meter untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai susunan lapisan batuan.

Kegiatan pengeboran akan dikerjakan oleh PT Mitrajasa Sentosa Cemerlang (MJSC) menggunakan satu unit rig bor Jackro 300 dengan pipa HQ. Pelaksanaan eksplorasi akan didukung tim geologi yang terdiri atas wellsite geologist, supervisor geologist, asisten geologist, serta senior geologist dari kantor pusat.

Sementara itu, entitas anak perseroan, PT Antang Gunung Meratus (AGM) telah merealisasikan biaya eksplorasi sebesar Rp552,59 juta pada kuartal II-2026.

Biaya tersebut lebih rendah dibandingkan rencana karena produktivitas pengeboran berjalan lancar tanpa kendala operasional, seperti longsoran lubang bor (hole collapsed), kehilangan sirkulasi air (water loss), maupun batang bor tersangkut (rod stuck).

Kegiatan eksplorasi AGM berlokasi di Blok 2, Blok 3N, dan Blok 4 Warutas yang mencakup wilayah Desa Batulaki dan Desa Malilingin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ada Temuan DBD di Kota Padang, Warga Diminta Antisipasi
• 14 jam lalu
0
thumb
Perkuat Stok Dalam Negeri, 45,9 Ribu Ton LPG Diangkut dari AS
• 1 jam lalu
0
thumb
Fraksi Golkar: Biaya Pendidikan Layak Satu Anak Capai Rp18 Juta per Tahun, BOS Baru Tutup 5
• 18 jam lalu
0
thumb
Mahfud Curiga Tindakan Polri Ini Upaya Mengaburkan Perkara Jampidsus Febrie
• 23 jam lalu
0
thumb
Stop Kontak Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Pulogadung
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.