Ada Temuan DBD di Kota Padang, Warga Diminta Antisipasi

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG -  UPTD Puskesmas Lapai, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatra Barat, mencatat periode Januari - Juni 2026 ada sebanyak 9 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang dialami masyarakat di wilayah tersebut.

Kepala UPTD Puskesmas Lapai, Alfera Angriani mengatakan dari 9 kasus DBD itu, 5 kasus di antaranya berada di Kelurahan Tabing Banda Gadang, dan lokasi ini berada berdekatan dengan wilayah terdampak bencana alam yang terjadi pada November 2025 lalu.

“Untuk kasus DBD ini memang terus kami pantau. Tapi untuk 5 kasus di Tabing Banda Gadang bukanlah warga yang tinggal di di kawasan bekas bencana alam. Artinya adanya DBD ini, lebih kepada faktor kebersihan lingkungan yang masih perlu ditingkatkan,” katanya, Senin (13/7/2026).

Dia menyampaikan bahwa jarak antara rumah warga yang terkena DBD dengan lokasi bekas bencana alam terbilang cukup jauh. Sementara sampai periode Januari - Juni 2026 ini, yang dilaporkan atau tercatat di Puskesmas Lapai untuk kasus DBD, tidak ada yang berasal dari warga yang tinggal di kawasan terdampak bencana alam.

Kendati bukan disebabkan lokasi bekas bencana alam, Alfera Angriani menegaskan pihak Puskesmas tetap melakukan pemantauan secara intens terkait DBD ini. Karena apabila ditemukan kasus DBD, perlu ada penanganan lebih cepat, selain fogging, juga mengintensifkan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat.

“Untuk jumlah 9 kasus DBD ini, belum bisa dikatakan KLB (kasus luar biasa) DBD. Karena ada sejumlah ketentuan, sehingga bisa dikatakan KLB DBD. Tapi, yang terpenting hal yang kami lakukan, bagaimana kasus DBD tidak mengalami tren peningkatan,” tegasnya.

Baca Juga

  • DBD, Tifoid, dan TBC Masih Tinggi, Klaim Kesehatan Allianz Tembus Ribuan Kasus
  • Tren Kasus DBD Alami Kenaikan, Pencegahan dan Edukasi Penting Dilakukan
  • Alert, Korban DBD, 4 Orang Meninggal di Sumsel

Sementara itu, pakar kesehatan lingkungan dari Universitas Negeri Padang, Elsa Yuniarti  mengatakan bicara soal DBD yang disebabkan adanya gigitan nyamuk aedes aegypti, hal yang perlu diperhatikan soal kesehatan lingkungan. 

Artinya, lingkungan rumah yang dapat mencegah DBD adalah lingkungan yang bersih, sehat, dan tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti. 

“Saluran drainase harus berfungsi dengan baik sehingga air tidak menggenang, tempat penampungan air harus ditutup dan dikuras secara rutin, serta barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan perlu disingkirkan atau didaur ulang,” jelasnya.

Dia bilang langkah nyata yang harus dilakukan dari keluarga yakni setiap keluarga perlu menerapkan gerakan 3M Plus, melakukan pemeriksaan jentik secara berkala, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah. 

“Pencegahan DBD akan lebih efektif jika dimulai dari rumah tangga karena sebagian besar nyamuk berkembang biak di lingkungan permukiman,” sebutnya.

Oleh karena itu, Elsa menyatakan kebersihan lingkungan perlu mendapatkan perhatian serius, termasuk untuk daerah bekas dilanda bencana banjir bandang. Karena, pascabencana itu, kondisi lingkungan mengalami perubahan yang dapat meningkatkan faktor risiko berkembangnya nyamuk penyebab DBD. 

Dia mengatakan di beberapa lokasi masih terdapat saluran drainase yang belum berfungsi optimal akibat sedimentasi atau sumbatan sehingga air mudah tergenang setelah hujan. 

Ditambah lagi, lanjutnya, kondisi cuaca yang belakangan cukup ekstrem, yaitu panas pada siang hari kemudian turun hujan, menyebabkan semakin banyak genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. 

“Jadi, selain pemulihan fisik pascabencana, aspek kesehatan lingkungan juga harus menjadi perhatian agar tidak muncul masalah kesehatan baru, termasuk DBD,” ungkapnya.

Dia menyebutkan Pemkot Padang bersama berbagai instansi telah melakukan berbagai upaya penanganan dan pemulihan pasca bencana. Namun, pemulihan lingkungan tidak dapat selesai dalam waktu singkat dan memerlukan kolaborasi semua pihak. 

Elsa melihat di beberapa titik masih ditemukan kondisi yang perlu terus dibenahi, seperti drainase yang belum sepenuhnya lancar dan potensi genangan air setelah hujan. 

Oleh karena itu, selain upaya yang dilakukan pemerintah, partisipasi masyarakat sangat diperlukan. Melalui kegiatan pengabdian dari perguruan tinggi, dimana Universitas Negeri Padang telah turun langsung ke lokasi, melakukan edukasi ke masyarakat, melakukan pemantauan jentik, dapat menggerakkan upaya pencegahan DBD secara berkelanjutan.

Dia memberikan sejumlah langkah-langkah yang bisa dilakukan masyarakat, supaya kebersihan lingkungan rumah bisa terjaga, dan terbebas dari ancaman gigitan nyamuk aedes aegypti. 

Mulai dari meningkatkan kembali semangat gotong royong untuk membersihkan lingkungan dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat sehingga air tidak menggenang. 

Lalu, masyarakat perlu menerapkan gerakan 3M Plus secara konsisten, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selanjutnya, melakukan pemeriksaan jentik secara rutin minimal satu kali setiap minggu di setiap rumah serta memanfaatkan ovitrap sebagai alat pemantauan dan pengendalian vektor. 

Kemudian apabila ada anggota keluarga yang mengalami demam tinggi selama dua hingga tiga hari disertai gejala yang mengarah pada DBD, segera periksakan ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.

“Memang butuh kerja sama dalam hal ini, sehingga ancaman DBD bisa diatasi sedini mungkin,” tutupnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ibu Santri Lombok Korban Pembakaran Nangis di DPR, Minta Pelaku Dihukum Berat
• 10 jam lalu
0
thumb
Gantikan Etik Suryani yang Ditangkap KPK, Wabup Eko Sapto Purnomo Ditunjuk Sebagai Plt Bupati Sukorharjo
• 4 jam lalu
0
thumb
Pramono Perbolehkan ASN Jakarta Masuk Telat untuk Antar Anak Sekolah, Berlaku hingga 15 Juli 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Mahfud MD: Pelimpahan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Tidak Ada Dalam KUHAP
• 19 jam lalu
0
thumb
FMIPA UPR Kembangkan Pahandut Smart Ecovillage sebagai Model Permukiman Berbasis Sains
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.