Boyong Putranya Sekolah di Indonesia Usai Setahun Berpisah, Wamen Stella Christie Pendam Kekhawatiran

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Setelah 1 tahun 8 bulan hidup terpisah dengan anak, Wamen Diktisaintek, Stella Christie akhirnya memutuskan untuk menyekolahkan putranya, Bayu Czech di Jakarta Pusat.

Bayu kini menjadi siswa kelas 4 di SD Santa Ursula, Jakarta. Momen hari pertama Bayu bersekolah diabadikan di unggahan akun Instagram @prof.stellachristie.

Baca Juga :
Wamen Stella Christie Desak Kenaikan Dana Riset 10 Persen Demi Pertumbuhan Ekonomi RI
UIN Jakarta dan NL Knowledge House Sepakati Kerja Sama Strategis Perkuat Riset dan Pendidikan Indonesia–Belanda

Meski begitu, Stella tidak memilih sekolah internasional untuk anaknya. Hal ini menjadi keputusan penting baginya supaya Bayu benar-benar menjadi orang Indonesia.

Walaupun putranya sudah fasih berbahasa Indonesia, namun menurutnya pendidikan dasar menjadi tahapan penting untuk belajar menulis dan membaca dalam bahasa ibu.

“Pendidikan dasar adalah masa untuk belajar menulis dan membaca dalam bahasa ibu. Masa untuk menghargai dan menghormati warisan budaya dan tanah air,” ujar Stella Christie pada unggahan di Instagram miliknya.

Begitu juga saat putranya bersekolah di Beijing, China di sekolah negeri dengan menggunakan Bahasa Mandarin. 

Rencana ini cukup mendadak setelah Stella ditunjuk menjadi Wamen Diktisaintek. Saat itu Bayu baru saja naik kelas 2 SD.

Wamen Diktisaintek, Stella Christie dan keluarga
Photo :
  • Instagram @prof.stellachristie

Sebagai orang tua, ia mengaku khawatir jika putranya ikut menghadapi perubahan sekaligus. Sehingga Stella bersama Suaminya, Bartek Czech memutuskan agar Bayu melanjutkan sekolahnya di Beijing.

Akhirnya kini memutuskan untuk pindah dan bersekolah di Indonesia agar putranya dapat lebih mengenal Tanah Air dan kembali dekat dengan ibunya.

“Namun pada tahap ini, stabilitas tidak sepenting hubungan dengan ibunya dan juga hubungan dengan Tanah Airnya. 1 tahun 8 bulan hidup terpisah sangatlah sulit untuk saya dan Bayu, sudah terlalu lama,” ujarnya.

Meski demikian, Guru Besar Tsinghua University merasakan cemas dengan kepindahan Bayu ke Indonesia.

Dirinya mengira perubahan ini sangat berat bagi Bayu yang harus beradaptasi lagi di Indonesia. Terlebih putranya baru saja menyelesaikan karangan serta membaca buku dalam bahasa Mandarin.

Stella juga mengkhawatirkan putranya apakah dapat dengan mudah mendapatkan teman baru sebaik sahabatnya di Beijing.

Selain itu, ia juga khawatir akankah menjadi ibu yang baik untuk putranya ditengah menghadapi tuntutan pekerjaan.

Bagi keluarganya yang harus meninggalkan kehidupan stabil di China membutuhkan banyak pengorbanan.

Baca Juga :
Penjelasan Wamen Stella Sebut Program MBG Bisa Bikin Siswa Lebih Pintar Matematika hingga Bahasa Inggris
Bangun Sekolah Unggul Garuda Pertama di NTT, Wamen Stella Jelaskan Alasan Prabowo Pilih SoE
Keren! Wamen Stella Bedah Statistik Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DKI terbitkan SE tentang izin mengantar anak sekolah di hari pertama
• 21 jam lalu
0
thumb
Sampaikan Replik, Kubu Roy Suryo Pertanyakan Kualitas Saksi dan Ahli Polda Metro
• 12 jam lalu
0
thumb
Bulog Percepat Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura
• 16 jam lalu
0
thumb
Febrie Ardiansyah Tetap Berstatus ASN Meski Mundur dari Jampidsus dan Jadi Tersangka
• 12 jam lalu
0
thumb
Prestasi Gemilang, Pembalap Yamaha Raih Ikatan Motor Indonesia Awards
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.